Kumandangkan Adzan Serentak, Wali Kota Bandung Luncurkan Aplikasi Gemar Kiblat

WALI Kota Bandung, Oded M. Danial saat meluncurkan aplikasi Gerakan Mengumandangkan Adzan Serentak dan Arah Kiblat (Gemar Kiblat) di Hotel Sari Ater Kamboti, Jalan Lemahnendeut, Rabu (27/10/2021) / Foto: Prokopim Kota Bandung


Kota Bandung, Beritainspiratif.com - WALI Kota Bandung, Oded M. Danial resmi meluncurkan aplikasi Gerakan Mengumandangkan Adzan Serentak dan Arah Kiblat (Gemar Kiblat) di Hotel Sari Ater Kamboti, Jalan Lemahnendeut, Rabu (27/10/2021).

Aplikasi yang diluncurkan oleh Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kota Bandung ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengetahui arah kiblat sekaligus mempermudah pelaksanaan azan serentak. Hal ini sesuai dengan waktu salat yang tepat dan akurat.

Aplikasi ini juga sebagai tindak lanjut dari pencanangan gerakan mengumandangkan azan serentak dan kalibrasi arah kiblat pada tanggal 18 September 2019 lalu di Masjid Al Ukhuwah Bandung. Masyarakat sudah busa mengunduh aplikasi ini di Google Play Store secara gratis.

"Mang Oded sangat apresiasi mendukung program yang diluncurkan saat ini. Saya harap dengan hadirnya aplikasi ini bisa mengedukasi masyarakat," tutur wali kota yang akrab disapa Mang Oded ini.

Baca Juga: Cara Belajar Jan Meyer S, Peraih IPK Tertinggi Wisuda ITB

Menurutnya, aplikasi ini mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam pelaksanaan program keagamaan, dalam upaya mewujudkan Bandung unggul, nyaman, sejahtera dan agamis.

"Ini juga membantu Mang Oded dalam program keagamaan. Karena tugas pokok dan fungsi pemimpin adalah membina juga mengedukasi," bebernya.

Ia menyambut baik inovasi tersebut yang telah memiliki solusi untuk masalah adzan tidak serempak dan kalibrasi arah kiblat. "Melalui aplikasi ini, kaum muslim bisa dengan cepat dan tepat menentukan arah kiblat dengan benar," tuturnya.

Ia berharap semoga aplikasi itu bermanfaat sehingga banyak yang mengunduh dan memakainya. "Terus sosialisasikan aplikasi kepada masyarakat supaya banyak kaum muslim yang mendapatkan manfaat," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua BHR Kota Bandung, Maftul Kholil mengatakan, peluncuran aplikasi ini sebagai upaya panduan pelaksanaan adzan serentak waktu salat.

"Adzan serentak kami lakukan. Beberapa upaya sebelumnya seperti pembuatan kalender, jadwal salat sampai imsyakiyah. Kami sebarkan ke berbagai DKM. Tetapi tetap saja tujuan utama kami ingin lakukan serentak kumandangkan adzan seluruh masjid yang ada di Bandung," katanya.

"Upaya pembuatan kalender, imsyakiyah jadwal solat tetap saja belum seragam. Langkah kedua jam digital. Bagikan ke masjid, juga ini perlu kalibrasi," imbuhnya.

Atas hal tersebut, hari ini sebagai peluncuran aplikasi yang diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga setiap masjid secara serentak pelaksanaannya. "Ini impelementasi dengan aplikasi adzan serentak," ujarnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap 83 Penerima Anugerah KIP Badan Publik Tahun 2021

Aplikasi Gemar Kiblat sangat mudah digunakan sebagai panduan pelaksanaan adzan serentak waktu salat. Aplikasi ini dibuat berbasis android dapat diunduh dengan mudah di Google Play Store.

Pada aplikasi ini jadwal salat sudah terverifikasi sesuai jadwal salat yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Setelah diunduh, maka 1 menit menjelang waktu salat aplikasi ini akan memberikan notifikasi sebagai pengingat bahwa waktu salat akan segera tiba. Sehingga khususnya bagi para muadzin akan membantu dalam mengumandangkan azan yang tepat dan akurat.

Pada aplikasi ini, dilengkapi juga penunjuk arah kiblat yang tepat dan akurat. Dibeberapa tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Bandung, telah membangun tugu arah kiblat sebagai penanda yang memudahkan masyarakat untuk menghadapkan jenazah ke arah kiblat saat penguburan.

(Ist)

Baca Juga:

PERTAMA, UGM Terapkan Tandatangan Elektronik Pada Ijasah Wisudawan

Tips Cegah Pencurian Data Pribadi dari Aplikasi Pinjol

Faktor Pemicu Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Kata Pakar UGM

Tips Membersihkan Kotoran Telinga yang Tepat

Malas Gerak Selama Pandemi Covid-19 Berisiko Osteoporosis

Wacana Pemindahan Ibukota Negara Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial

 

Berita Terkait