Gubernur BI: Indonesia Membutuhkan Talenta Digital yang Inovatif

dok. Bank Indonesia


BERITAINSPIRATIF.COM - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan Indonesia membutuhkan talenta digital yang inovatif dan mampu menciptakan solusi yang implementatif untuk mendukung transformasi ekonomi keuangan digital Indonesia, menuju Indonesia 2045.

“Peluncuran PIDI hari ini menjadi momentum bagi kita semua untuk berubah, untuk belajar, dan untuk memanfaatkan AI bagi berbagai kepentingan yang bermanfaat," ungkap Perry Warjiyo saat meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Digdaya x Hackathon di Bank Indonesia, Jakarta (30/4).

Momen peluncuran ini disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI. Peluncuran juga diikuti oleh 800 tim peserta PIDI. Pada momentum tersebut, Bank Indonesia dan PBoC juga meresmikan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok, disaksikan oleh Besar Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong.  

Baca Juga: BI Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia, Perkuat Talenta Muda Penggerak Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menekankan pentingnya memastikan inovasi memiliki makna dan dampak nyata, serta didukung oleh talenta yang mampu mengarahkan pemanfaatan teknologi secara tepat.

“Bahwa inovasi penting, tetapi makna tidak boleh dilupakan. Tariklah gerbong itu melalui inovasi, sehingga teknologi memiliki makna. Teknologi harus dikendalikan oleh pilot-pilotnya," ujar Pratikno dalam keterangan resmi BI.

Pratikno juga menyampaikan pentingnya pendekatan Tech for Humanity yaitu setiap solusi tidak hanya unggul secara teknis, tetapi unggul dalam berorientasi untuk kepentingan publik dan berorientasi pada nilai – nilai kemanusiaan. Di tengah akselerasi pemanfaatan digital dan AI, Pemerintah juga telah menginisiasi Satuan Tugas (Satgas) Strategi Nasional AI Terintegrasi untuk merpercepat kesiapan Indonesia dalam menghadapi disrupsi yang ditimbulkan oleh teknologi kecerdasan buatan tersebut.

Momentum peluncuran PIDI dirangkaikan juga dengan peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok.

“Indonesia tidak hanya melahirkan inovasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya secara global. QRIS Antarnegara merupakan contoh riil implementasi inovasi domestik yang dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya hingga lintas negara," Tegas Perry.

Kolaborasi Bank Indonesia, People's Bank of China (PBoC), ASPI, serta industri sistem pembayaran di kedua negara diarahkan untuk menghadirkan konektivitas pembayaran yang lebih lancar, efisien, dan inklusif. Implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok turut memperkuat komitmen penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas (Local Currency Transaction/LCT) sehingga meminimalkan risiko volatilitas nilai tukar dan mendorong arus perdagangan dan investasi yang lebih efisien antara kedua negara.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Wang menyampaikan bahwa pemerintah Tiongkok sangat menyadari pentingnya beradaptasi terhadap inovasi dan teknologi dan berinvestasi pada AI. Wang juga menyampaikan komitmen Pemerintah Tiongkok untuk selalu mendukung perluasan akseptasi dan partisipasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok.

Sejalan dengan pesatnya inovasi digital, volume transaksi pembayaran digital pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 14,82 miliar transaksi atau tumbuh 37,69% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 116,43% (yoy). Sejak diluncurkan pada 2020 hingga triwulan I 2026, akseptasi QRIS telah menjangkau 44 juta merchant yang utamanya adalah UMKM dan 61,7 juta pengguna. Keberadaan QRIS sejak 2020 telah mendukung terlaksananya 31 miliar transaksi yang bernilai total Rp2.970 triliun.

Kinerja QRIS Antarnegara juga menunjukkan tren positif. Volume transaksi dari wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia (inbound) lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound), dari sisi volume transaksi maupun nilai. Pada triwulan I 2026, total volume transaksi QRIS inbound mencapai 2,79 juta atau meningkat 222% (yoy), dengan nilai nominal Rp713,59 miliar. Sementara, transaksi volume QRIS outbound juga meningkat, tercatat 737.647 transaksi dengan nilai transaksi Rp249,26 miliar. Perkembangan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan dan pemanfaatan QRIS dalam transaksi lintas negara. Hal ini juga menegaskan pentingnya penguatan inovasi dan kesiapan talenta digital, untuk memastikan agar transformasi digital memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Baca Juga: SPMB Kota Bandung Dibuka 4 Mei-13 Juli 2026, Ada Sistem Baru dan Belajar 2 Shift

Program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) dan HACKATHON membekali para talenta digital dengan penguatan kompetensi teknis di bidang inovasi digital dan kewirausahaan. Dengan pembekalan ini, para talenta diajarkan untuk memahami kebutuhan pasar dan mengembangkan solusi yang relevan. Sejak diinisiasi, inovator muda menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk bergabung dalam ajang PIDI. Hal ini ditunjukkan jumlah submisi yang melampaui 2.000 proposal, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2025.

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, terpilih 800 tim yang lolos seleksi awal. Untuk mematangkan ide inovasinya, 800 tim ini selanjutnya akan mengikuti program pelatihan berbasis kebutuhan riil industri melalui tahapan pelatihan dasar (essential training), pelatihan lanjutan/ahli (practitioner training), dan proyek akhir (capstone project). 

Para peserta PIDI juga akan difasilitasi melalui business matching agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya berhenti sebagai prototype tetapi juga dapat diaplikasikan di industri. Melalui PIDI, BI berupaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi dan keuangan digital nasional. Kerja bersama antara otoritas, dunia usaha, dan talenta muda bangsa, menegaskan komitmen dalam membangun struktur ekonomi digital yang kuat, aman, dan berdaya saing global yang terintegrasi.

Untuk informasi selengkapnya kunjungi website dan media sosial Bank Indonesia, serta  https://pidi.id dan akun Instagram @Pusatinovasidigitalindonesia.

Lihat Berita dan Artikel lainnya di: Google News 

Berita Terkait