Pemkot Bandung Gulirkan Padat Karya 2026, Serap 8.592 Tenaga Kerja

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meluncurkan program padat karya di Taman Saturnus, Kecamatan Rancasari, Senin 13 April 2026 / Diskominfo


BERITAINSPIRATIF.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggulirkan program padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi sebagai langkah konkret menekan angka pengangguran. Program ini resmi diluncurkan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Taman Saturnus, Kecamatan Rancasari, Senin 13 April 2026.

Pemkot Bandung menargetkan penyerapan 8.592 tenaga kerja melalui program padat karya tematik sepanjang tahun 2026. Program ini menyasar masyarakat penganggur, khususnya yang masuk kategori rentan secara ekonomi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, peserta program diprioritaskan dari kelompok desil 1 hingga 5 atau masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, peserta harus berusia maksimal 65 tahun dan mendaftar melalui kelurahan masing-masing.

“Program ini kita fokuskan untuk warga yang benar-benar membutuhkan dan belum memiliki pekerjaan,” kata Farhan.

Baca Juga: Gerakan Sapu-sapu Kota Bandung: ASN, Camat Hingga Lurah Wajib Turun

Ia berharap program ini mampu memberikan dampak langsung terhadap pengurangan pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Farhan mengungkapkan, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung saat ini mencapai 7,44 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 6,5 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi kota.

“Artinya, salah satu tantangan terbesar kita adalah menyediakan lapangan pekerjaan. Program padat karya ini adalah bentuk nyata upaya pemerintah untuk menekan angka pengangguran,” ujar Farhan.

Ia menuturkan, program padat karya bukan sekadar bantuan sosial, melainkan kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan kerja. Peserta yang terlibat akan dikontrak selama 10 hari untuk melakukan pekerjaan lingkungan di wilayah masing-masing.

Farhan juga mendorong peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal. Ia berharap kinerja peserta dapat membuka peluang kerja tetap di kemudian hari.

“Ini bukan sekadar program sosial. Ini kesempatan kedua. Tunjukkan kerja optimal, siapa tahu ada yang melirik dan bisa dipekerjakan secara tetap,” katanya.

Selain padat karya, Pemkot Bandung juga menggelar pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya lulusan sekolah yang belum bekerja. Pelatihan ini dirancang sesuai kebutuhan dunia industri dan usaha.

Menurut Farhan, peningkatan keterampilan sangat penting untuk menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat, seiring tingginya daya tarik Kota Bandung sebagai tujuan pencari kerja.

“Persaingan semakin tajam. Maka kita harus memastikan warga Bandung punya skill yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini juga mendukung peningkatan produktivitas masyarakat serta menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman, dan sehat.

“Langkah kecil seperti ini penting untuk mewujudkan kota yang asri, aman, sehat, resik, dan indah,” tuturnya.

Farhan pun mengapresiasi dukungan DPRD, Dinas Ketenagakerjaan, serta kewilayahan yang turut menyukseskan program ini.

Baca Juga: BI Buka Rekrutmen Pegawai Special Hire dan PKWT, Ini Syarat dan Linknya!

Yayan menjelaskan, padat karya merupakan program penyediaan pekerjaan sementara untuk menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat.

“Program ini bertujuan mengurangi tekanan ekonomi pada kelompok rentan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya saat peluncuran program padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi di Taman Saturnus, Senin 13 April 2026.

Ia menyebutkan, target 8.592 tenaga kerja terdiri dari 6.210 orang hasil usulan Musrenbang, 1.950 orang dari hasil reses, dan 432 orang dari program reguler.

Setiap paket padat karya melibatkan 50 peserta dan beberapa pendamping. Pada peluncuran tahap ini, sebanyak 15 paket dilaksanakan dengan total 794 peserta yang tersebar di 15 kelurahan dan 7 kecamatan.

Kegiatan padat karya berlangsung selama 10 hari, mulai 13 hingga 23 April 2026, dengan jam kerja pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Peserta mendapatkan upah harian sebesar Rp175.061, serta fasilitas makan, perlengkapan kerja, dan perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Seluruh peserta didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, sehingga terlindungi jika terjadi risiko kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut Yayan menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya menyasar kebutuhan dalam negeri, tetapi juga peluang kerja luar negeri.

“Kebutuhan tenaga kerja di luar negeri masih tinggi, seperti di Jepang untuk sektor perawatan, teknis, hingga konstruksi,” katanya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah kemampuan bahasa. Oleh karena itu, pelatihan bahasa juga menjadi bagian dari program ini.

“Dengan kemampuan bahasa, peserta tidak hanya memiliki skill, tetapi juga peluang bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Program pelatihan ini berlangsung mulai 13 April hingga 20 Mei 2026.

Lihat Berita dan Artikel lainnya di: Google News 

Berita Terkait