Harga Minyak Goreng Naik, Disdagin Kota Bandung: Pasokan Tetap Aman

Ilustrasi minyak goreng / Foto: Shutterstock


Kota Bandung, Beritainspiratif.com - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengimbau masyarakat tetap bijak dan tidak panik saat berbelanja terkait kenaikan harga minyak goreng. Pasalnya, Disdagin Kota Bandung memastikan pasokan minyak goreng di Kota Bandung tetap aman.

Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menuturkan, pembelian secara panik dari masyarakat justru akan memberikan dampak lain yang bisa berpengaruh kurang baik terhadap minyak goreng di pasaran.

"Jangan panic buying terkait adanya kenikan ataupun isu kelangkaan. Insyaallah, tidak ada kelangkaan. Jangan menumpuk minyak besar-besaran, itu akan memicu dampak lain," kata Meiwan saat menjadi narasumber di Bandung Menjawab di Auditprium Balai Kota Bandung, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga: Nelayan Patimban dan Indramayu Keluhkan Dana Kompensasi yang Tidak Kunjung Turun

Baca Juga: DLHK Kota Bandung: Momentum Tidak Bergantung Kepada TPA Sarimukti

Meiwan menuturkan, kenaikan harga minyak goreng ini merupakan isu nasional, karena terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Persoalan ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan.

Meiwan mengatakan, menurut informasi dari pemerintah pusat, kenaikan minyak goreng akibat naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah sebagai bahan utama minyak goreng.

"Kenaikan harga ini pemicunya adalah seperti yang dikatakan Kemendag, yaitu dipicu kenaikan harga CPO. Karena harga CPO mengikuti harga pasaran minyak dunia, dan CPO ini adalah bahan baku utama minyak goreng," ujarnya.

"Selain itu, produksi kelapa sawit juga mengalami penurunan. Sehingga harga cenderung merangkak naik," imbuhnya.

Kendati masalah harga dipengaruhi oleh harga pasaran minyak dunia dan kewenangannya di pemerintah pusat, Meiwan menyatakan, Disdagin Kota Bandung tak lantas tinggal diam. Pihaknya terus memantau dan berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan stok minyak goreng di pasaran.

"Kita terus memantau harga dan pasokan distribusinya. Jangan sampai pasokannya tidak ada. Hasil pemantauan di lapangan, barangnya insyaallah masih ada. Kita terus koordinasi dengan Disindag Jabar dan koordinasi dengan distributor dan Aprindo," katanya.* 

(RV)

Baca Juga:

Dosen SBM ITB Luncurkan Buku Manajemen Risiko untuk Startup

Inilah Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2021

Presiden Anugerahi Bintang Jasa 300 Nakes yang Meninggal Tangani Covid-19

Pemkot Bandung Sebar 500 Wifi Gratis untuk Balai RW, Masjid dan Taman

Penjelasan DLH Jabar Terkait Operasional TPK Sarimukti

Berbasis Web, Kota Bandung Miliki Peta Batas Wilayah Hingga Tingkat RT

Berita Terkait