Cegah Stunting, Pemkot Bandung Kembali Gelar Kegiatan Berbagi di 15 Kelurahan

Walikota Bandung saat acara Geber Pagi, Beraksi dan Buruan SAE Peduli di Pendopo Kota Bandung, Rabu (29/9/2021) / Foto: Prokopim Kota Bandung


Kota Bandung, Beritainspiratif.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Gerakan Berbagi Pangan Bergizi (Geber Pagi), Beraksi (Berbagi Asupan Pangan Enak Bernutrisi), dan Buruan SAE Peduli di Pendopo Kota Bandung, Rabu (29 September 2021). Kegiatan tersebut masih dalam rangkaian Hari Jadi ke-211 Kota Bandung (HJKB).

Geber Pagi merupakan yang ketiga kali dilaksanakan dengan leading sektor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung. Kali ini dengan sasaran untuk pencegahan dan penanganan stunting di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan gerakan ini merupakan sebuah program berkelanjutan dari urban farming yang saat ini menjadi pertanian terintegrasi Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis).

"Alhamdulillah gerakan berbagi pangan ini mulai banyak yang sudah melaksanakan. Karena urban farming ini sudah ada hasilnya, maka dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan. Khususnya saat ini dalam rangka penanganan stunting di Kota Bandung," katanya.

"Stunting itu kurang gizi. Ketika masyarakat sudah budidaya lele, ayam petelor, sampai sayuran, saya kira dengan makanan bergizi ini akan membantu menghilangkan stunting. Gerakan ini harus terus berkelanjutan," lanjutnya.

Baca Juga: Liga 2 Diizinkan Digelar di 4 Kota di Luar Pulau Jawa

Wali kota optimis, jika Buruan SAE yang diprogramkan DKPP dapat dilakukan hingga tingkat RT, ke depan Kota Bandung yang tidak memiliki lahan sawah dapat menciptakan ketahanan pangan. Sehingga Kota Bandung tidak bergantung kepada daerah lain.

"Diawali dulu dengan urban farming, kemudian muncullah inovasi-inovasi lain, dan tidak hanya bertani di halaman rumah. Dengan Buruan SAE dan pertanian terpadu itu sangat luar biasa untuk ketahanan pangan di Kota Bandung," ujarnya.

"Bertani di lahan yang luas itu sudah biasa, tetapi pertanian terpadu di kota metropolitan, kalau berhasil itu luar biasa," imbuhnya.

Baca Juga: Tantangan dan Peluang Pengaplikasian 5G di Indonesia

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, Geber Pagi yang telah dilakukan sebelumnya untuk para pejuang Covid-19 seperti tenaga kesehatan, Satgas Covid-19, relawan, tim yang mengurusi jenazah Covid-19, panitia vaksinasi, hingga petugas saat PPKM Mikro.

"Yang ketiga ini, alhamdulillah karena kondisi Covid-19 Kota Bandung sudah melandai, kita berbagi kepada percepatan dan penanganan stunting di Kota Bandung," ucapnya.

Ada pun sasarannya, 1.000 ibu hamil dan menyusui, serta 1.000 balita stunting yang tersebar di 15 Kelurahan dengan lokasi angka stunting yang tinggi di Kota Bandung.

"Kita mendapat dukungan dari berbagai donatur, perusahaan swasta, komunitas di luar kelompok Buruan SAE. Seperti dari pelaku-pelaku stakeholder pangan dan pertanian, usaha usaha makanan minuman olahan," ucap Gin Gin.

Baca Juga: 5 Kabupaten di Jabar Ini, Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ia menyebutkan pada kegiatan Geber Pagi, Beraksi, dan Buruan SAE Peduli ini banyak bantuan. Di antaranya berupa 1000 boks susu, 7.200 pak susu, 432 botol minuman i'm coco, 2.000 saset Milna, 100 botol yoghurt, 1.440 saset nasi sambal, 1.110 kg buah jambu dan pisang, dan 10 goodie bag nutri food.

Ada juga yang spontan mengirimkan 500 kg beras, kemudian 800 butir telur ayam, 300 paket sayuran dari Kelompok Buruan SAE termasuk olahannya.

"Karena hari ini tanaman pangan jadi memang untuk kelompok yang sedang panen. Selain itu, dari setiap bidang DKPP pun mendukung," katanya.

Baca Juga: Cek Sertifikat Tanah Kini Bisa Via Online, Begini Caranya

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah berterima kasih kepada DKPP beserta seluruh sponsor yang mendukung ketahanan pangan ini. Bantuan akan disalurkan berbagai bantuak kepada keluarga stunting yang tersebar di 15 Kelurahan Lokus.

"Anak stunting itu ada sekitar 9.000an. Yang kita prioritaskan di sini 1.000. Jadi ada pencegahan dan penurunan stunting pencegahan diberikan kepada ibu hamil, baduta, dan balita. Kalau susunya untuk anak 3 tahun k eatas. Tetapi makanan diberikan kepada yang rawan stunting ibu hamil dan menyusui," ucapnya.

Siti mengatakan, pihaknya ingin mengintervensi 5.000an orang. Karena mereka masuk ke desil satu dan dua.

"Jadi kita memang pilah betul. Insyaallah pekan ini pun kami menyalurkan bantuan dari pak Wali saat HJKB. Jadi kurang lebih ada 2.000an yang hari ini dapat lokus sudah kita distribusikan pangan aman sehatnya sekitar 600 paket," jelasnya.

Sedangkan Perwakilan Sponsor, Regional Sales Promotion Heas Jawa Barat Kalbe Nutritionals, Ridwanul Hakim mengaku bantuan yang diberikan merupakan wujud perhatian terhadap pemenuhan nutrisi yang baik khususnya kepada anak-anak.

"Mewakili rekan-rekan lain dari PT Sewu Segar Nusantara, PT Heavenly Nutrition Indonesia, dan PT Niramas Utama atau Inaco, dan kami dari Morinaga berkolaborasi dengan DKPP melaksanakan gerakan berbagi nutrisi untuk masyarakat Kota Bandung melalu kegiatan Geber Pagi, dan Beraksi," ucapnya.

"Ini sebagai bentuk intervensi percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kota Bandung. Semoga kontribusi yang kami sampaikan ini menjadi kontribusi positif untuk program kerja Pemkot Bandung. Harapannya kita bisa terus bersinergi untuk kemanfaatan dan kemaslahatan Kota Bandung," lanjutnya.

(RV)

Baca Juga:

Wakil Presiden RI Puji Program Buruan SAE Kota Bandung

Wapres Tinjau Sentra Vaksinasi Wantannas di Masjid Al-Jabbar Bandung

Oded Tersenyum Adanya Anggapan Yana dan Ema Cari Panggung Politik

Bertemu Orang yang Ragu Vaksin Covid-19, Lakukan 6 Langkah Ini

Pemkot Bandung: Karyawan Wisata, Hotel, Cafe dan Restoran Wajib Tervaksin

Inilah Arti 4 Warna di Aplikasi Peduli Lindungi Saat Masuk Area Publik

Berita Terkait