Menteri ESDM Pastikan Penanganan Tangki Kilang Balongan Indramayu Berjalan Baik

Menteri ESDM Arifin Tasrif didampingi Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan CEO PT KPI Djoko Priyono memantau lokasi tangki T-301 Kilang Balongan. (Foto: Dok. Pertamina)


Indramayu, Beritainspiratif.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengunjungi Kilang Balongan untuk melihat langsung kondisi Kilang Balongan pasca insiden tangki T-301.

Kunjungan tersebut juga dalam rangka memastikan proses penanganan yang telah dijalankan Pertamina untuk mengatasi insiden di lapangan dan pemulihan lokasi penyimpanan BBM di Balongan berjalan baik.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan di awal insiden, Pertamina telah melakukan tindakan cepat melokalisasi titik api di dalam bundwall  atau tanggul di sekeliling tangki T-301 sehingga tidak meluas. Saat ini masih dilakukan pendinginan terhadap sisa minyak yang masih ada di dasar bundwall, sehingga temperatur minyak dapat diturunkan dan api sudah padam saat ini.

Menurut Arifin Tasrif, saat ini Pertamina melakukan investigasi yang melibatkan internal dan eksternal mengenai penyebab kejadian. Investigasi masih berproses dan memerlukan pendalaman.

"Ke depannya Pertamina akan melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi apa saja yang diperlukan untuk peningkatan sistem keamanan kilangnya  mengacu pada teknologi baru yang saat ini dipakai,” pesan Arifin.

Baca Juga: Kota Bandung Borong 5 Penghargaan di Ajang PR Indonesia Award 2021

Terkait warga terdampak, lanjutnya, Arifin meyakini bahwa Pertamina akan melakukan penanganan yang baik kepada masyarakat. 

“Kita harapkan korban yang masih dirawat  bisa membaik dan bisa segera keluar dari unit perawatan khusus. Terhadap seluruh masyarakat terdampak akibat dari kejadian ini, Pertamina berkomitmen untuk bertanggung-jawab untuk perbaikan rumah dan properti warga, perawatan korban luka, dan trauma healing,” ucap Arifin.

Selain itu, Menteri ESDM juga mengingatkan, agar Pertamina segera memasang sistem komunikasi dengan masyarakat, apabila ada indikasi yang diperkirakan dapat membahayakan, masyarakat sekitar dapat melakukan persiapan lebih dini untuk menjaga keselamatan.

Mengenai rencana pembangunan Kilang Petrochemical, Arifin memastikan tetap menjadi program utama Pertamina karena bagian dari program nasional agar Pemerintah dapat mencukupi kebutuhan nasional petrokimia dan mengurangi impor.

Disinggung untuk kebutuhan BBM, menurutnya saat ini tersedia cukup aman.

“Sudah dilakukan antisipasi dengan mengoptimalkan kapasitas kilang lainnya dengan mengedepankan keselamatan kerja, kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi,” pungkasnya.

Yanis

Baca Juga: Rumah-murah-Rp200-juta-dekat-gor-persib-GBLA dan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar 

Berita Terkait