Pemkot Bandung Siapkan 210 Titik Lokasi Penjualan Hewan Kurban

Bandung, Beritainspiratif.com – Menjelang hari raya Idul Adha 1441 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menggodok aturan protokol kesehatan pada shalat hingga penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya menyebar Covid–19 di Kota Bandung.

“Harus ada SOP (Standar Operasional Prosedur) protokol kesehatan pada penyelenggaran perayaan Iduladha. Mulai dari salat hingga penyembelihan hewan kurban. Itu perlu diskusikan. Mudah-mudahan bisa dibahas supaya penerapan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) bisa sesuai protokol kesehatan yang ketat,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menggelar Forum Gruop Discucions dalam pelaksanaan Iduladha di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga:Kemenkopolhukam-ri-apresiasi-pelaksanaan-psbb-kota-bandung

Yana menegaskan, saat perayaan Iduladha harus mengutamakan standar protokol kesehatan. Ia tak ingin perayaan Iduladha memunculkan paparan Covid-19 baru.

“Standar protokol kesehatan lebih diutamakan, pendekatannya ke sana. Kita harap jangan ada cluster baru. Nanti ada kesepahaman kita membuat surat edaran saja, sebagai acuan untuk masyarakat. Bahwa pemerintah hadir memberikan petunjuk pelaksana penyelenggaraan,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengaku sudah membentuk satgas pembentukan hewan kurban. 

“Kita mulai pemeriksaan itu di pasar H-10 sampai H+3. Ada 70 orang, mulai dari persatuan dokter hewan dan beberapa komunitas. Kita juga siapkan 30.000 kalung sehat,”kata Gin Gin. 

Baca Juga:Inilah-sapi-sapi-terbesar-dan-terberat-di-muka-bumi

Menurutnya, agar keamanan tetap terjaga, maka dalam satu wilayah di kecamatan perlunya satu area tertentu dalam penjualan. 

“Kita minta kecamatan menetapkan lokasi sebagai tempat penjualan. Kita berikan 210 titik dari 30 kecamatan,”ucapnya.

Sedangkan Wakil Ketua MUI Kota Bandung, K. H. Maftuh Kholil menyampaikan, ketika nanti aturan sudah ada, ia berharap masyarakat bisa menerapkannya dengan baik. Sehingga penyelenggaraan Iduladha lebih aman dan terkendali.

“Implementasi harus baik. Jadi di masa pandemi ini salat hingga penyembelihan aman,” tuturnya.

(Mugni)

Bagikan: