Jelang Penilaian Kota Sehat, Forum Bandung Sehat Kejar Target ODF 100%

Bandung, Beritainspiratif.com – Menjelang penilaian Kota Sehat, Forum Bandung Sehat (FBS) fokus mengejar target 100% Open Defecation Free (ODF), atau bebas buang air besar sembarangan. Hal itu menjadi indikator baru dalam mewujudkan kota sehat dari pemerintah pusat.

Ketua FBS Siti Muntamah Oded mengaku tengah berupaya untuk mewujudkan 100% ODF di Kota Bandung sejak tahun lalu. Gerakan pun sudah dimulai sejak awal tahun ini.

“Covid-19 memang membuat beberapa hal sedikit terkendala. Namun kami sedang berupaya untuk mencapai target ODF 85% sampai akhir tahun ini,” jelasnya di Balai Kota Bandung Jalan Wastukencana Senin (19/10/2020).

Siti sapaan akrabnya mengaku memperoleh dukungan komitmen seluruh stakeholder di Kota Bandung. Semua pihak mendukung percepatan pencapaian target itu. 

Baca Juga:Ridwan-kamil-buka-pelatihan-3-000-relawan-covid-19-se-bandung-raya

Ia menilai, semangat di masyarakat untuk melepaskan diri dari kebiasaan membuang limbah domestik sembarangan cukup tinggi. Bahkan, warga secara swadaya bergotong-royong untuk membangun septic tank di rumah-rumah.

“Sistemnya ada yang patungan. Jadi warga meminjam uang untuk membangun septic tank, lalu dia membayar dengan mencicil, uang yang terkumpul dibuatkan septic tank lagi untuk warga yang lain, ada yang seperti itu,” ungkapnya.

Tak hanya pandemi Covid-19, FBS dan Tim Pembina Kota Sehat Kota Bandung juga memberikan perhatian terhadap penyebaran penyakit lain, seperti demam berdarah dan TBC.

“Itu juga kita perhatikan,” ucap Siti.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bandung telah mencanangkan ODF, penanganan stunting, dan Kang Pisman sebagai fokus pembangunan tahun 2021.

“Fokus pembangunan itu sudah dicanangkan dan disosialisasikan. Tiga hal itu menjadi prioritas,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan Sosial Sekretariat Provinsi Jawa Barat, Supriadi mengatakan, ODF menjadi syarat mutlak untuk bisa mendapatkan apresiasi Swasti Saba dari Kementerian Kesehatan.

“(ODF) Ini menjadi indikator baru yang harus terpenuhi, kami berharap mudah-mudahan Kota Bandung bisa mencapai target,” ungkapnya.

Supariadi mengatakan, Kota Bandung sebetulnya sudah pernah mencapai Swasti Saba Padapa pada 2013, Swasti Saba Wiwerda pada 2015, dan Swasti Saba Wistara tahun 2017. 

“Penambahan indikator ini membuat Kota Bandung harus berjuang lebih keras untuk bisa mempertahankan predikat itu,”ucapnya.

Baca Juga:

1. Program Sedekah100, Solusi Masalah Anda Dengan Cara Berbagi

2. Pelayanan Umroh Terbaik dari PT. Albadriyah Wisata

3. Rumah-murah-Rp200-juta-dekat-gor-persib-GBLA dan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar

(Mugni)

Bagikan: