BPPT Siap Terbangkan PUNA Male Elang Hitam Canggih, Jaga Kedaulatan NKRI

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar virtual Open House Konsorsium Puna Male Elang Hitam (10/8/2021) / Sumber Foto: wikipedia


Jakarta, Beritainspiratif.com - Dalam  rangka  memperingati  Hari  Kebangkitan  Teknologi  Nasional  ke  26  Tahun 2021, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar  virtual  Open House  Konsorsium  Puna  Male Elang Hitam (10/8/2021).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan PUNA MALE Elang Hitam dibangun bersama-sama dalam sebuah konsorsium nasional dimana BPPT mendapat tugas sebagai koordinator program dalam pembinaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kementerian / Lembaga yang bernaung dalam Konsorsium MALE meliputi: Kementerian Pertahanan, TNI AU, BPPT, LAPAN, ITB, PTDI dan PT LEN sebagai mitra konsorsium Tier 1 dari industri pertahanan.

"Kebutuhan PUNA kelas MALE merupakan suatu yang tidak dapat dihindari. Kondisi lingkungan strategis Indonesia merupakan suatu benua maritime berdasarkan UNCLOS 1982 memiliki tanggungjawab keamanan terhadap Alur Laut Kepulauan Indonesia / ALKI," ungkap Hammam

"Karenanya harus dapat memberikan pengawasan terhadap jalur laut tersebut yang dilintasi berbagai jenis kapal. Sebagai benua maritime, wilayah laut Indonesia juga menyimpan kerawanan-kerawanan yang dapat berdampak pada keamanan nasional sekaligus kehilangan potensi pendapatan negara," lanjut Hammam.

Baca Juga: Jubir Satgas Covid-19: Wanita Hamil dan Ibu Menyusui Bisa Divaksin

Dalam keterangan resmi BPPT, Selasa (10/8/2021) dikatakan bahwa Program PUNA MALE ini tepat untuk menjadi pilot project karena;  

(1) bersifat strategis untuk melaksanakan pengamanan kedaulatan NKRI dan juga membangun kemandirian industri pertahanan.

(2) Trend perekembangan teknologi global kedepan adalah alutsista akan mengandalkan teknologi sistem tak berawak yang salah satunya adalah teknologi drone ini.

(3) Teknologi MALE Kombatan ini merupakan teknologi yang mengintegrasikan beberapa teknologi maju sekaligus, diataranya (a) teknologi tak berawak, (b) teknologi penginderaan dan (c) pengintaian jarak jauh, teknologi senjata dan kedepannya adalah implementasi teknologi kecerdasan buatan (kecerdasan artifisial).

Karenanya lanjut Hammam, PUNA Male Elang Hitam direncanakan memiliki beberapa fitur yakni beroperasi otomatis secara penuh, mampu memiliki daya tahan terbang selama minimal 24 jam, mampu melakukan misi pengintaian jarak jauh pada malam hari, mampu melakukan penindakan melalui udara dan mampu berkomunikasi secara Lign Of Sight (LOS) hingga sejauh 200 km dari pusat kendali.

"Dengan kemampuan MALE kombatan yang dikembangkan tersebut, diharapkan PUNA MALE Elang hitam dapat beroperasi secara efektif dan efisien untuk menjadi alat pertahanan nasional," tambah Hammam.

Sementara itu, Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT Wahyu Widodo Pandoe menuturkan, pertama kalinya Indonesia akan memiliki drone yang dibuat oleh industri dalam negeri.

"Drone / Pesawat Udara nir Awak (PUNA) jenis ‘Medium Altitude Long Endurance’ (MALE) Kombatan BPPT, sudah di Roll Out di PT. DI Jawa Barat, tahun 2019. Indonesia kini diyakini mampu mandiri dalam memproduksi alutsista, melalui peran teknologi dan inovasi di era revolusi industri 4.0.," ujar Wahyu.

Sebagai institusi pemerintah yang berfokus pada bidang kaji terap teknologi, BPPT sebutnya turut ambil bagian dalam mensukseskan cita-cita Pemerintah.

"Inovasi dalam bidang pertahanan ini dihadirkan melalui pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Drone, tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) atau disebut PUNA MALE. Wahana yang diyakini mampu terbang tanpa henti selama 24 jam ini memiliki pengendalian multiple UAV secara bersamaan (simultan)," jelasnya.

Adapun inisiasi pengembangan PUNA MALE telah dimulai oleh Balitbang Kemhan sejak 2015 dengan melibatkan TNI, Ditjen Pothan Kemhan, BPPT, ITB, dan PT Dirgantara Indonesia (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah sukses memproduksi PUNA MALE yang mampu terbang terus menerus selama 24 Jam, percepatan program pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Drone, tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) atau disebut PUNA MALE ini ditargetkan pada tahun 2022 nanti bisa mendapatkan sertifikasi tipe produk militer PUNA tipe MALE ini rencananya akan dipersenjatai rudal dan mampu terbang selama 24 jam nonstop dengan ketinggian jelajah hingga 23.000 ft.

"Diharapkan Puna Elang Hitam ini dapat menghemat devisa nasional sehingga banyak nilai tambah dari proses desain, manufakturing yang dapat diserap ke dalam negeri. Disamping penghematan pada pengadaan PUNA Elang Hitam, penguasaan desain dan rancang bangun PUNA Elang Hitam maka akan menumbuhkan industri pesawat nir-awak serta industri komponen atau pendukung lainnya seperti motor listrik servo, landing gear yang sesuai agar PUNA Elang Hitam dapat terus beroperasi secara berkelanjutan," pungkasnya.

Yanis

Baca Juga: Rumah-murah-Rp200-juta-dekat-gor-persib-GBLA dan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar

Berita Terkait