Kukuhkan 8 Guru Besar Baru, UPI Targetkan Rasio Guru Besar 12-15 Persen

Prof. Dr. M. Solehudin saat pengukuhan 8 guru besar baru digedung Achmad Sanusi kampus Bumi Siliwangi jalan Setiabudhi kota Bandung, Selasa (8/6/2021) / Foto: Dok UPI


Bandung, Beritainspiratif.com - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), telah memiliki sekitar 120 guru besar.

Jumlah itu termasuk delapan guru besar baru yang dikukuhkan pada Selasa dan Rabu (8-9/6/2021) digedung Achmad Sanusi kampus Bumi Siliwangi jalan Setiabudhi kota Bandung.

Dengan dikukuhkannya 8 guru besar baru tersebut, rasio Guru Besar UPI telah mencapai target 10% atau sekitar 120 guru besar dari sekitar 1.200 dosen.

"Sekitar 10% sudah tercapai. Sebenarnya saya menargetkan kalau bisa 12-15%. Tapi kelihatannya belum mencapai harapan itu," ucap Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehudin usai pengukuhan, Selasa (8/6/2021).

Baca Juga: Kasad Pimpin Sertijab Pangkostrad dan Pangdam Jaya

Solehudin berharap guru besar yang baru dukukuhkan, tidak lagi berpikir untuk diri sendiri, namun juga bagi generasi penerus di masa mendatang.

"Guru besar itu kan jabatan akademik tertinggi, diharapkan mereka itu menjadi leader dalam bidang keilmuan. Jadi guru besar itu berpikir untuk generasi masa depan. Riset yang dilakukan pun bukan hanya untuk pengembangan diri sendiri, tapi juga, harus bermanfaat bagi khalayak umum," ucapnya.

8 Guru Besar UPI yang Baru

Pada hari pertama Rektor mengukuhkan empat guru besar yakni Prof. Dr. Nugraha, SE., M.Si., CPA sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Prof. Dr. Hari Mulyadi, M.Si sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Kewirausahaan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Prof. Dr. H. Amung Ma’Mun, M.Pd sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan dan Pengembangan Olahraga Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), dan Prof. Dr. Drs. Aceng Ruhendi Syaifullah, M.Hum sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Linguistik Forensik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS).

Sedangkan empat guru besar yang akan dikukuhkan besok adalah, Prof. Dr. Enjang Akhmad Juanda, M.Pd., MT sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Telekomunikasi Fakultas Pendidikan Teknologi Kejuruan (FPTK), Prof. Dr. Edi Suryadi, M.Si sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi Pendidikan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Prof. Dr. Hj. B Lena Nuryanti Sastradinata M. Pd sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), dan Prof. Dr. Agus Taufiq, M.Pd. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FPIP).

Dalam orasi ilmiahnya Hari Mulyadi mengangkat tema Pendidikan Kewirausahaan dan Digitalpreneur.

Menurutnya peran wirausaha dalam menentukan kemajuan suatu bangsa/negara, telah dibuktikan oleh beberapa negara maju

Hari Mulyadi mengungkapkan hingga akhir 2017 jumlah wirausaha di tanah air telah mencapai lebih dari 3,1%.

Namun, angka tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan dengan Malaysia di angka 5%, Singapura di angka 7%, dan Thailand di angka 4,5%.

"Idealnya, jumlah wirausaha dalam satu negara untuk mencapai kemakmuran, menurut McClelland (1961) adalah sebanyak 2% dari jumlah populasi penduduknya, " ujar Hari.

Untuk mencapai jumlah ideal kata Hari, Perguruan Tinggi harus mampu mencetak input melalui proses pendidikan yang mampu melahirkan out put yang cakap, berkarakter, dan berdaya saing.

Maka diperlukan penyesuaian terhadap sistem dan program pendidikan tinggi, supaya relevan dengan revolusi 4.0.

"Salah satunya melalui pendidikan kewirausahaan, dengan memanfaatkan teknologi digital, " tuturnya.

(Adi)

Baca Juga: Rumah-murah-Rp200-juta-dekat-gor-persib-GBLA dan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar

Berita Terkait