Pandemi Covid-19, Investor Saham Jabar di Pasar Modal Tumbuh Signifikan



Bandung, Beritainspiratif.com - Pertumbuhan jumlah investor saham Jawa Barat di pasar modal sangat menggembirakan. Selama tahun 2020 jumlah investor atau SID (Single Investor Identification) saham tercatat 278.679, bertambah 101.574 investor baru dari tahun sebelumnya yang tercatat 177.105 investor.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini mengungkapkan, pada masa pandemi Covid-19 ini,

penambahan investor baru mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Di tahun 2019, rata-rata penambahan investor 3.512 SID per bulan, namun di tahun 2020 meningkat rata-rata 8.404 per bulan," kata Reza pada Workshop Update Pasar Modal secara virtual, Jum'at (26/2/2021).

Baca Juga: Pemda Provinsi-DPRD Jabar Tandatangani Perda Kamtibmas dan RPJMD

Penambahan yang cukup signifikan kata Reza, terjadi sejak Juni sampai Desember 2020. Pada bulan Juni tercatat penambahan investor 7.200 SID baru, sedang di bulan November ada penambahan 19 ribu dan pada Desember 2020 investor baru bertambah 26 ribu SID.

"Dan yang sangat nenggembirakan, di bulan Januari 2021 investor baru bertambah 38.666 SID. Angka ini hampir 11 kali lipat dari pencapaian di tahun 2019," ujarnya.

Sejalan dengan pertumbuhan investor baru, lanjut Reza nilai transaksi saham juga mengalami peningkatan sangat signifikan.

Bila pada tahun 2019 nilai transaksi hanya Rp93 triliun, tahun 2020 melompat hingga Rp251 triliun. Angka paling tinggi ada di Desember senilai Rp50 triliun. Sementara selama Januari 2021 nilai transaksi mencapai Rp62,3 triliun. Bandung masih mendominasi transaksi," ungkapnya.

Menurut Reza, investor baru Jawa Barat didominasi kelompok gen Z usia 18-25 tahun , disusul usia 26-40 tahun atau generasi milenial.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal sudah menjadi pilihan para investor muda gen Z maupun milenial.

Reza berharap investor muda ini kedepannya akan menjadi investor handal di pasar modal dan jadi pemilik perusahaan besar yang punya prospek bagus.

"Kita berharap perusahaan yang punya prospek bagus itu jadi milik masyarakat dan keuntungannya mengalir ke masyarakat kita, yang selama ini lebih banyak dirasakan oleh investor asing, " pungkasnya.

(Ida)

Baca Juga:

Rumah-murah-Rp200-juta-dekat-gor-persib-GBLA dan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar

Berita Terkait