Tidak Hadir Upacara Kelulusan SMA Tahun 1944, Ijasahnya Baru Diterima Saat Usia 94 Tahun



Jakarta, Beritainspiratif.com - Diusianya yang sudah memasuki 94 Tahun, seorang veteran Perang Dunia II akhirnya menerima ijazah SMA setelah melewatkan upacara hari kelulusannya 76 tahun lalu sekira tahun 1943. Karena William C Wagner harus berangkat menjalankan tugas negara dalam Perang Dunia II pada 1943, ketika itu dia masih duduk di bangku SMA. Namun pada Kamis (20/6/2019), Wagner akhirnya datang kembali ke sekolahnya di SMA Tilden, untuk menghadiri upacara kelulusan.

"Hampir 76 tahun. Ya, butuh waktu begitu lama untuk mendapatkan ijazah, alih-alih hanya melewati empat tahun," kata Wagner sambil tertawa.

Dikutip dari Kompas.com Wagner mengatakan, bahwa dia menghabiskan masa kecil hingga remajanya di South Side, Chicago. 75 Tahun Kemudian Dia sedang merampungkan pendidikannya di sekolah menengah saat kemudian dia terpilih untuk bergabung dengan Angkatan Laut untuk membela negaranya dalam Perang Dunia II.

Wagner mengaku masih ingat saat dirinya mulai bergabung dengan Angkatan Laut AS pada 12 Juni 1943, hari yang mungkin tidak pernah dilupakannya.

"Saya sedang menyelesaikan paruh terakhir tahun senior saya di SMA. Saya mengambil jurusan sejarah dan kewarganegaraan. Saya dipanggil menemui dewan pengurus wajib militer dan mereka mengatakan jika saya terpilih sehingga harus berangkat," ujarnya.

Wagner bertugas di kapal perang USS Yosemite, yang bertugas memperbaiki kapal-kapal yang diserang selama Pearl Harbor. Dia ditempatkan di bagian dapur.

"Saya seorang koki. Saya tidak pernah kelaparan," ujarnya, dikutip ABC7 News Chicago. Karena harus bergabung dengan angkatan laut, Wagner tidak sempat merasakan hari kelulusannya pada 1944.

Namun berkat putranya, Forrest Wagner, veteran itu akhirnya dapat merasakan berdiri di panggung kelulusan dan menerima ijazah SMA-nya.

"Saya berpikir, betapa mengagumkannya seorang remaja yang memilih untuk menempatkan kepentingan negaranya di atas keinginan dan kebutuhan dirinya sendiri," ujar Forrest.

"Apa yang dia korbankan untuk saya, saudara-saudara saya, juga kepada negaranya. Saya percaya saya tidak akan pernah bisa membalas itu semua," lanjutnya.

Namun Forrest ingin memberikan kejutan kepada sang ayah. Dia mencoba untuk mendapatkan ijazah untuk ayahnya. Setelah mencoba menghubungi sejumlah pihak, ijazah sang ayah akhirnya tiba pada Maret lalu, tepat sehari sebelum ulang tahunnya ke-94.

"Sungguh luar biasa karena saya bisa mendapatkan ijazah saya. Dia juga memberi saya topi wisuda dan lainnya," ujar Wagner. Selain mendapatkan ijazah, pada Kamis (20/6/2019), Wagner akhirnya kembali ke sekolahnya di SMA Tilden untuk menghadiri upacara wisuda angkatan 2019. Dia pun naik ke atas panggung dengan baju wisudanya dan sekali lagi menerima ijazah kelulusannya.

"Ini adalah hari yang sangat istimewa. Tapi tetap tidak lebih istimewa dari hari pernikahan saya," kata Wagner, ayah dari lima orang anak. (Yanis)

Berita Terkait