Perawatan Paliatif, Tingkatkan Kualitas Hidup Penderita Penyakit yang Belum Dapat Disembuhkan



Bandung, Beritainspiratif.com -
Semakin meningkatnya jumlah pasien dengan penyakit yang belum dapat disembuhkan, perawatan paliatif yang melibatkan multi disiplin semakin dibutuhkan.

Perawatan paliatif dibutuhkan oleh pasien dewasa maupun anak yang menderita penyakit kanker, penyakit degeneratif dan penyakit infeksi seperti HIV/AIDS.

Ketua Masyarakat Paliatif Indonesia (MPI) Jawa Barat dr. Drajat mengatakan, tujuan perawatan paliatif bukan untuk menyembuhkan tapi memperbaiki kualitas hidup pasien.

"Dengan perawatan paliatif, membuat pasien tidak menderita pada keadaan akhir hayatnya," ujarnya di RSHS Bandung, Senin (28/1/2019).

Menurut dr Drajat, banyak pasien yang takut pulang setelah sesi perawatan.

Namun bila pasien tersebut semakin lama berada di rumah sakit, kapasitas rumah sakit akan berkurang. Padahal, masih banyak pasien lain yang membutuhkan fasilitas itu.

"Perawatan paliatif bisa dilakukan di rumah oleh keluarga, perawat maupun dokter paliatif spesialis," paparnya.

Menurut Direktur Utama RSUP Hasan Sadikin Bandung, saat ini pelayanan kesehatan di Indonesia belum menyentuh kebutuhan pasien dengan kondisi tersebut, terutama pada stadium lanjut atau fase paliatif.

Pada stadium paliatif ini pasien tidak hanya mengalami berbagai masalah fisik seperti nyeri, sesak nafas, penurunan berat badan, gangguan aktivitas tetapi juga mengalami gangguan psikososial dan spiritual yang mempengaruhi kualitas hidup pasien dan keluarganya.

"Sehingga dukungan terhadap kebutuhan psikologis, sosial dan spiritual lebih dibutuhkan melalui pendekatan interdisiplin yang dikenal sebagai perawatan paliatif," katanya.

Ia mengungkapkan, pasien kanker di RSHS dalam tiga tahun terakhir terus meningkat. Pada tahun 2016 terdapat 13.918 pasien kanker dewasa dan 2.381 pasien kanker anak yang dirawat inap, sedang tahun 2017 11.926 pasien kanker dewasa dan 2.102 pasien kanker anak serta pada tahun 2018 tercatat 11.711 pasien kanker dewasa dan 17.090 pasien kanker anak yang dirawat inap. Sementara pasien paliatif pada tahun 2018 sebanyak 86 pasien.

Sementara jumlah tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan perawatan paliatif, masih terbatas.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dan non medis terlatih dalam memberikan pelayanan paliatif, RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Singapore International Foundation (SIF), menyelenggarakan pelatihan perawatan paliatif bagi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit yang diampu RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung dan rumah sakit swasta di Bandung.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap selama 3 tahun (2019-2021), terdiri dari enam semester dengan metode pelatihan meliputi pemberian materi secara ceramah, diskusi, simulasi dan pengelolaan kasus. Narasumbernya, adalah pakar-pakar paliatif yang berasal dari Indonesia dan Singapore.

Associate Profesor Peter Pang, Governer SIF menyatakan, pelatihan dengan pendekatan train the trainers (pelatihan untuk pelatih) ini ditargetkan dapat melatih 350 tenaga kesehatan

"Hingga tiga tahun kedepan, kami targetkan dapat melatih 350 praktisi kesehatan dan menjangkau 80 ribu penerima manfaat," pungkasnya.

(Ida Damanik)

Berita Terkait