Mahasiswa Universitas Tanjungpura Raih Juara 1 Lomba Spelling Bee di Untan English Olympiad 2019

Pontianak, Beritainspiratif.com – Afiyah (18) mahasiswa semester dua Jurusan Kedokteran Universitas Tanjungpura raih juara pertama lomba Spelling bee di Untan Untan English Olympiad (UEO) siang tadi, Jumat (24/5/2019).

Afiyah merasa senang dan tidak menyangka karena saingannya dalam lomba tersebut tidak main-main.

“Apalagi saya bukan basic anak pendidikan bahasa Inggris jadi memang sesuai dengan apa yang diusahakan selama ini,” ujarnya seperti dilansir TribunPontianak.co.id.

Ia mengatakan persiapan lomba yang ia lakukan adalah banyak membaca vocabulary ditambah belajar dari website game spell it dan biasa main game itu lumayan menambah banyak vocab.

Ia mengaku sudah dari kecil bisa bahasa Inggris bahkan kata orang tuanya pertama kali kenal alfabet bahasa yaitu alfabet Bahasa inggris.

“Jadi bahasa Inggris memang sudah familiar sekali dan saya memang suka bahasa inggis dan suka membaca literatur bahasa Inggris,” terangnya.

Walaupun baru pertama kali ikut lomba spelling bee dan hari ini ia bisa menjadi juara pertama. Sebelumnya ia belum ada pengalaman paling hanya sebatas speech dan story telling tapi tidak pernah menang.

“Selain ikut lomba bahasa Inggris di Untan mungkin kalau ada waktu dan ditengah jadwal padat menjadi mahasiswa kedoketeran agak sulit bagi waktu. Jika ada waktu luang akan ikut lomba lainnya lagi,” ujarnya.

Jadi ketertarikan di bahas Inggris juga berkaitan dengan buku kedoteran saat ini kebanyakan menggunakan bahasa Inggris literaturnya jadi sangat mempermudah dirinya dalam belajar.

“Kalau saya disuruh memilih antara literatur bahasa Indonesia dan bahasa Inggris saya lebih memilih bahasa Inggris karena jujur kalau bahasa Inggris lebih gampang memahaminya dan tidak berbelit dan tidak terlalu ilmiah,” ujarnya.

Setelah ini ia akan kembali fokus kuliah karena untuk mengejar ketertinggal pelajaran kemarin dan mungkin ia akan kembangkan diri dan ikut lomba lainnya dan coba kemabali dibidang speech.

Ia sendiri tidak aktif dan mengikuti organisasi kampus dan diluar kampus. Hanya saja sedang fokus akademik terbukti di semester lalu ia mampu meraih IPK 3.65.

Ia tertarik belajar bahasa Inggris pertama karena meliat orang berbicara bahasa Inggrisnya lancar dan lucu.

“Jadi pengen belajar dan ketika saya menemukan kosakata yang tidak saya tahu semakin saya merasa tidak ada apa-apanya jadi itulah yang membuat saya termotivasi belajar,” terangnya.

Manfaat yang kini ia rasakan setelah menguasai bahasa Inggris seperti memudahkan dalam membaca buku literatur kedokteran.

“Kemampuan bahasa Inggris adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh semua orang karena di global informasi sangat terbuka jangan sampai miss komunikask karena tidak menguasai bahasa Inggris, dan untuk teman-teman semua tetap semangat coba tes kemampuan dan terus belajar,” pungkasnya.

[Yanis]

Bagikan: