Bandung, Beritainspiratif.com - Kehebohan pembelian BTS Meal di gerai fast food McDonald's pada 9 Juni 2021 lalu, terjadi tidak hanya pada satu titik kota saja namun sudah menjalar hingga ke tingkat nasional. Hal tersebut sontak menjadi perhatian berbagai kalangan, dan menarik untuk dibahas dari sudut pandang komunikasi, tak terkecuali Cassey Adela Tasliman, Mahasiswi S1 Digital Public Relations Telkom University. Mengingat personal branding mereka yang berlatar belakang entertainment bisa sukses menggebrak dunia food & beverages (F&B).

Cassey mengungkapkan, dunia F&B lokal juga sempat dihebohkan dengan kehadiran gerai fast food Traffic Bun selebgram Indonesia milik Fadil Jaidi.

"Animo masyarakat yang sungguh luar biasa pada kedua fenomena ini sehingga menimbulkan beberapa kejadian luar biasa. Sama seperti BTS, Fadil Jaidi selama ini fokus dengan menampilkan diri sebagai selebgram yang cenderung berkecimpung di dunia entertainment, bisa menggebrak dunia F&B dengan kehadiran Traffic Bun miliknya," ungkapnya.

Bagaimana 2 sosok dunia entertainment ini bisa sukses di dunia F&B?

BTS adalah mega bintang yang telah menjadi demam bukan hanya di Korea, Asia, bahkan mendunia. Melalui karyanya yang menggemparkan, BTS mengekspansi karyanya tidak hanya ke dunia music dan seni namun juga merambah ke F&B dengan menciptakan menu Bersama McD yaitu McNuggets serta 2 saus spesialnya, termasuk hadir di Indonesia.

"Personal branding yang sudah sangat elegan dan eksklusif menjadikan brand terbaru BTS selalu dinanti. Begitupun Fadil Jaidi, sosok selebgram dengan tingkah jenaka yang selalu menghibur. Sejatinya Fadil sudah mulai menggeluti dunia entertainment sejak lama bersama ketiga sahabatnya dengan julukan Samsolese," jelasnya.

Ketika keempatnya sudah mempunyai reputasi yang cukup baik dan cukup dikenal di kalangan publik, mereka mulai merambah ke dunia F&B juga yaitu dengan membuka restoran “Ayam Geprek Samsolese” di tahun 2017 silam. Namun semenjak 2020, nama Fadil Jaidi secara solo mencuat. Hal ini dikarenakan video youtube singkat yang ia buat selama bulan puasa, dengan aksi jahil dan jenakanya bersama anggota keluarga.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Waspadai Penularannya, Varian Delta Ditemukan di Jabar

Memanfaatkan ketenaran yang didapat, Fadil melebarkan usahanya dengan membuka gerai fast food makanan western ‘Traffic Bun’ di Kawasan Jakarta Pusat pada bulan Maret 2021 dan sampai Bulan Juni 2021.

"Hanya butuh waktu 3 bulan saja, sudah dibuka 7 gerai baru Traffic Bun di beberapa titik di pulau Jawa, dan antusias setiap open for public sungguhlah luar biasa," tambahnya.

 

PERSONAL BRANDING

Bagaimana mereka bisa sukses meskipun tidak menjalankan keahlian dan mem-branding diri di bidang F&B?

Personal branding yang mereka buat berbuah dari usaha menjadi senjata. Mereka telah meningkatkan value mereka dan membangun awareness yang baik kepada publik tentang value diri mereka sehingga bak bunga yang harum, kemanapun mereka pergi, serangga manapun betah untuk menghampiri.

"Value diri mereka yang sangat berharga dan pengikut yang banyak mampu menjadikan diri mereka sebagai magnet untuk segala bidang," jelasnya.

Sebenarnya apakah itu personal branding?

Personal branding adalah suatu proses membentuk persepsi masyarakat terhadap aspek-aspek yang dimiliki oleh seseorang, diantaranya adalah kepribadian, kemampuan, atau nilai-nilai, dan bagaimana stimulus – stimulus ini menimbulkan persepsi positif dari masyarakat yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai alat pemasaran (Yunitasari & Japrianto, 2013).

Cassey menjelaskan, jika diperhatikan, terdapat beberapa faktor personal branding yang terlihat jelas di dalam diri para mega bintang tersebut. Faktor tersebut akan mudah ditelaah dengan melihat teori tiga dimensi utama pembentuk personal branding yang terdiri dari Kompetensi, Standar, dan Gaya. (McNally & Speak, 2002 : 26 dalam Yunitasari dan Japrianto, 2013).

"Kompetensi sendiri merupakan peran kita bersama orang lain, standar merupakan bagaimana kita melakukannya, dan gaya adalah bagaimana kita berhubungan dengan orang lain," katanya.

Tentang BTS

- Untuk BTS sendiri mereka tergolong sangat berkompeten terlebih di dunia seni dan entertainment terbukti dengan berbagai macam penghargaan yang diraih.

- Untuk standar sendiri mereka sudah sangat professional terlihat dari sepak terjang mereka berkarir selama 8 tahun dan juga melalui film mereka yang menceritakan perjuangan mereka bergerak dari 0. Tindak hanya standar karya yang mereka suguhkan, standar personality dan appearance mereka juga sudah diakui internasional.

- Untuk Gaya sendiri, setiap karya mereka memiliki keunikan dan diakui berbagai macam platform berita, dan dari opini penggemar, mereka dominan menyukai BTS karena karyanya yang sangat relatable dan menjadi penyemangat dalam menjalani hari, contohnya seperti lagu Life Goes On yang memberi semangat untuk menjalani hari di tengah pandemi COVID-19.

Tentang Fadil Jaidi

- Untuk kompetensi sendiri, Fadil hadir sebagai selebgram baru dengan warna yang unik sehingga menjadi penyegar di kebanyakan selebgram yang sudah ada. Jenakanya menjadi hiburan dikala pandemi dimana orang-orang mulai lelah dengan keadaan.

- Untuk standar, meskipun bukan seorang komedian dengan jam terbang tinggi, Fadil memiliki standar humor yang bisa menggelitik dengan tampilan apa adanya yang terasa sangat dekat dengan kita sehingga banyak penggemar yang merasa sangat akrab dengan fadil karena aksinya ini.

- Untuk gaya sendiri, fadil memiliki khas yang unik. Mulai dari gaya komedi sampai yang paling iconic adalah pembukaan video youtube-nya yang membuat orang langsung sadar bahwa itu adalah Fadil. Meskipun hanya suara mulut tanpa alat musik, tapi itu sangat iconic.

                                                                                                         

CITA RASA

Bagaimanakah cita rasanya?

Melansir beberapa akun reviewer F&B, untuk BTS Meal sendiri mendapatkan review yang standar karena McNuggetsnya memiliki rasa standar seperti nuggets pada umumnya, dan untuk sausnya sendiri tergolong lezat namun kurang menjadi primadona atau penarik utama, sehingga kesimpulannya untuk BTS Meal ini menjadi hype bukan karena rasanya namun karena BTS nya.

"Sedangkan untuk Fadil Jaidi, awalnya memang publikasi Traffic Bun sangatlah ekstra namun makin kesini setelah melihat banyak reviewer, ternyata untuk citarasa sendiri Traffic Bun lezat dan varian menu dan rasanya ialah selera yang sedang digandrungi di zaman sekarang atau kekinian," jelasnya.

Dibagian akhir, Cassey menyimpulkan, Jika dilihat dari kejadian, BTS meal mengalami kejadian yang lebih hebat dari Fadil Jaidi meskipun untuk cita rasa, Traffic Bun masih bisa lebih bersaing di depan.

"Hal ini Kembali bagaimana pemilik brand mampu membangun personal branding mereka sehingga dapat menarik masa untuk diperkenalkan dengan brand mereka," ungkapnya.

Tapi untuk popularitas memang sangat beda, BTS sudah bergelut di kancah Internasional sedangkan Fadil Jaidi merupakan selebgram Indonesia yang selama setahun terakhir baru booming.

Namun sudah menjadi pencapaian baik untuk Fadil Jaidi dapat meraih titik ini di dunia F&B. Sehingga kita dapat melihat peluang baru bahwa personal branding ini merupakan senjata baru untuk kita mempersiapkan diri kita terlebih jika ingin sukses di sebuah bidang yang baru bagi kita, karena didukung teknologi yang sekarang merajalela, personal branding sangat mudah kita lakukan jika kita konsisten dan memahami target pasar kita serta me miliki strategi yang baik.

"Terkhusus dunia F&B, membangun citra tidak menjadi hal satu-satunya, ia memerlukan perhatian akan cita rasa karena F&B bukan hanya tentang kesan di otak namun juga kesan di lidah," pungkasnya.

Penulis : Cassey Adela Tasliman  /  Mahasiswa S1 Digital Public Relations Telkom University

Pustaka: Yunitasari C, J. E. (2013). Analisa Faktor-Faktor Pembentuk Personal Branding dari C.Y.N. Jurnal Manajemen Pemasaran Petra, 2.

Yanis

Baca Juga: Rumah-murah-Rp200-juta-dekat-gor-persib-GBLA dan Stasiun Kereta Cepat Tegalluar