Bandung, Beritainspiratif.com - Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19, akan
dilaksanakan pertengahan Agustus 2020.

Persiapan pelaksanaan Uji Klinis Fase 3 ini, diawali dengan pelaksanaan Kick Off Meeting, di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, Kamis (6/8/2020).

Fakultas Kedokteran Unpad, merupakan salah satu tempat yang akan dijadikan pelaksanaan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19.

Baca Juga:Pelaksanaan-upacara-hut-ri-ke-75-tunggu-instruksi-wali-kota

Acara kick off meeting ini, merupakan simulasi sebelum pelaksanaan puncak uji klinis fase 3 pada pertengahan bulan Agustus 2020 mendatang .

Uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 ini melibatkan beberapa lembaga, antara lain Bio Farma sebagai Induk Holding BUMN Farmasi, berperan sebagai sponsor, berkolaborasi dengan berbagai pihak antara lain, dengan FK-UNPAD, Litbangkes dibawah pengawasan oleh Badan POM sebagai regulator.

Baca Juga:Presiden-jokowi-tinjau-langsung-uji-klinis-fase-3-vaksin-covid-19

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan sebagai sponsor, Bio Farma telah menyiapkan vaksin sebanyak 2.400 dosis untuk keperluan uji klinis fase 3, yang tiba pada 19 Juli 2020 yang lalu.

“Alhamdulillah, ethical clereance dari FK UNPAD dan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik dari Badan POM sudah kami dapatkan, selanjutnya akan dilaksanakan Uji Klinis Fase 3 oleh Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Covid-19 FK UNPAD, pada minggu kedua Agustus 2020 mendatang. Mudah –mudahan tahap ini berjalan lancar selama enam bulan kedepan, " ujar Honesti.

Menurutnya, bila uji klinis ini berjalan lancar, tahap berikutnya adalah mengajukan izin edar ke Badan POM. Setelah izin edar didapatkan, maka pada Q1 2021 ditargetkan Bio Farma mulai memproduksi massal vaksin Covid-19.

Disamping mendapatkan izin edar dari Badan POM, Bio Farma juga sudah melakukan komunikasi dengan Komisi Fatwa MUI dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat –obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI untuk mengkaji bersama vaksin Covid-19 dari sisi kehalalan, sebagai bentuk komitmen dan perhatian Bio Farma pada produksi vaksin halal.

“Kami concern terhadap aspek kehalalan ini sehingga dalam riset dan pengembangan vaksin, akan mengutamakan penggunaan bahan-bahan yang non-animal origin," ucap Honesti.

(Ida)