Bandung, Beritainspiratif.com - Anggota DPRD provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady mengaku banyak mendapat keluhan dan masukan dari masyarakat di daerah pemilihannya Cirebon dan Indramayu selama delapan hari reses mulai 1 Juli 2020.

Di Desa Pangkalan Plered Kabupaten Cirebon, politisi senior partai Gerindra ini juga menyaksikan kejadian yang cukup memilukan.

Seorang pasien usus buntu, meninggal dan oleh pihak rumah sakit dinyatakan meninggal karena Covid-19.

Akibatnya empat orang yang mengantarkan pasien tersebut, harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu membuat sejumlah ketua RW melakukan demo ke Puskesmas dan rumah sakit.

Baca Juga:Pemkot-bandung-siapkan-210-titik-lokasi-penjualan-hewan-kurban

Peristiwa pahit itu kata Daddy berakhir damai, karena pasien yang meninggal tersebut dipastikan karena penyakit usus buntu yang dideritanya.

"Akhirnya, memang dinyatakan bahwa pasien meninggal akibat usus buntu, bukan karena positif Covid-19," kata Daddy, Kamis (9/7/2020).

Terkait bantuan sosial (bansos) Daddy menerima keluhan masih banyak yang tidak kebagian.

Padahal, mereka termasuk orang terkena dampak (OTD) pandemi Covid-19.

"Bansos turun proporsional, tapi masih banyak yang tidak kebagian, " ujarnya.

Selain bansos, masyarakat di desa, Pangkalan juga mengeluhkan saluran irigasi primer dari bendung Rentang, yang hanya mampu mengairi sawah di daerah ini satu kali dalam semunggu.

"Ada saluran irigasi primer dari bendung Rentang, tetapi sawah tidak kebagian air karena hanya sehari dalam seminggu. Itu pun sedimentasinya sudah cukup parah dan sampah plastik menumpuk," paparnya.

Di desa Pangkalan ada 3 kelompok tani dan satu gapoktan. Mereka berharap bisa mewujudkan kemandirian pangan.

"Masyarakat (desa Pangkalan) mengajukan bantuan pompa dan bak penampungan, untuk menyalurkan air dari bendungan menuju sawah-sawah mereka," ujar Wakil Ketua Fraksi partai Gerindra tersebut.

(Ida)