Unsika Catat Sejarah, Sri Mulyani Rektor Perempuan Pertama yang Dipilih Online

Karawang, Beritainspiratif.com – Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) memiliki rektor perempuan pertama, Prof. Dr. Sri Mulyani, AK., CA.

Ia dipilih dalam pemilihan Rektor Unsika yang digelar secara daring pada Kamis (16/4/2020).  Sri Mulyani terpilih setelah meraih 35 suara. Sementara dua kandidat lainnya, Dr. Sulistio Purnomo Sidik memperoleh 13 suara dan Dr. Didin Wahidin, M.Pd meraih 3 suara, seperti diungkap laman resmi Unsika.

Senat Unsika kemudian menggelar sidang pleno tertutup untuk menetapkan Sri Mulyani sebagai rektor periode 2020-2024.

“Pemilihan rektor secara virtual dipilih sebagai alternatif paling tepat untuk melaksanakan demokrasi kampus di tengah pandemi Covid-19,” ujar Ketua Komisi Bidang A Senat Unsika Karawang Dr. Eka Yusup, M.I.Kom melalui telepon, Sabtu (18/4/2020).

Hal tersebut, kata Eka, sesuai dengan anjuran Kemendikbud untuk melakukan pemilihan secara e-voting. Dimana semua anggota senat hadir secara daring.

“Alhamdulillah hasilnya pemiluhan berjalan lancar dan sangat baik,” tambah Eka.

Pemilihan Rektor Unsika diselenggarakan dua tahap.

Pada tahap pertama terdapat lima kandidat, yakni Dr. Didin Wahidin, M,Pd (mantan Direktur Belmawa Dikti Kemendikbud), Prof. Dr. H. Munir., M.IT (Dekan Fasilkom Unsika/Mantan Direktur TIK UPI Bandung), Prof. Dr. Mas Yedi Sumaryadi, MS (Universitas Jenderal Soedirman), Prof. Dr. Sri Mulyani, Ak., CA (Universitas Padjadjaran), dan Dr. Sulistio Purnomo Sidik (Wakil Rektor 1 Unsika).

Pada tahap ini, tiga orang lolos ke tahap berikutnya. Mereka yakni Dr. Sulistio Purnomo Sidik yang meraih 10 suara, Prof. Sri Mulyani, Ak., CA meraih 9 suara dan Dr. Didin Wahidin, M.Pd dengan 7 suara.

Eka menyebut pada tahap 1 belum ada suara tambahan dari Kemendikbud. Artinya suara tersebut murni suara internal dari seluruh anggota Senat Unsika sebanyak 33 orang. Kemudian pada tahap dua terdapat tambahan dari kemendikbud sebanyak 18 suara.

“Jadi komposisinya 65 persen atau 33 suara dari anggota senat Unsika dan 35 persen atau 18 suara dari Kemendikbud. Memang komposisi raihan suara yang mengacu kepada aturan dari Kemendikbud seperti itu,” kata dia.

Sementara itu, Sri Mulyani sebagai rektor terpilih mengucapkan terimakasih kepada Rektor Unsika sebelumnya, Prof. Dr. Wahyudin Zarkasyi.

“Pak Rektor Prof Zarkasyi itu yang meletakan pondasi organisasi Unsika ketika status Unsika berubah menjadi PTN dengan mekanisme Satker (Satuan Kerja) dari Kemendikbud,” kata Sri.

Ingin Unsika jadi PTN ternama

Ia yang sebelumnya menjabat Ketua Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran itu, bertekad melakukan transformasi Unsika sebagai PTN baru di Jawa Barat yang mampu bersaing di tingkat nasional dan regional.

Sri Mulyani mengaku akan menjalankan strategi dalam pengembangan implementasi merdeka belajar kampus merdeka, sejalan dengan tag line FIGUR, yaitu Financial Independence Innovation, Good University Governance, Unity in Diversity and Respect Herritage.

Poin-poin itu sejalan dengan apa yang disampaikannya di hadapan seluruh Anggota Senat Unsika ketika penyampaian visi-misi, sebulan yang lalu.

“Point-point inilah yang menjadi PR besar saya untuk Unsika, sekaligus mempercepat perubahan status Unsika menjadi PTN BLU (Badan Layan Umum),” tegasnya.***

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sri Mulyani, Rektor Perempuan Pertama Unsika, Dipilih Secara “Online

Bagikan: