Tren Covid-19 di Kota Bandung Naik, Yana: Jangan Dulu Ada Pelonggaran

Bandung, Beritainspiratif.com – Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengakui adanya kenaikan trend pada grafik covid-19 di Kota Bandung, hal tersebut terlihat dari meningkatkan grafik Orang Dalam Pemantauan (ODP) 3645, serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 822, positip 288, sembuh 320 meninggal 36 orang.

Meski untuk tingkat kesembuhan lebih tinggi dari angka kematian, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada karena dikhawatirkan adanya gelombang kedua pandemic covid-19.

“Kalau saya lihat tren kembali naik, suka tidak suka jangan ada pelonggaran. Harus hati-hati dalam melaksanaan aturan pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jabar, terlebih sector apa saja yang akan mulai dilakukan pelonggaran,”ujar Yana di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana Senin (18/05/2020).

Terkait hal tersebut ia mengatakan, Wali Kota Bandung akan melakukan sosialisasi. Sebelumnya, pihaknya akan menggelar evaluasi menjelang PSBB Jabar selesai.

“Yang pasti seperti apa mekanisme nanti akan ada evaluasi Wali Kota bersama Forkopimda serta Tim Gugus tugas dan teknisnya seperti apa pasti kita sosialialisasikan. Hanya saja, saat ini belum bisa di infokan seperti apa jalur mekanisme nanti,”kata Yana.

Pihaknya mengaku, tidak mudah untuk melaksanakan teknis pelonggaran dilapangan terlebih untuk sektor ekonomi dan juga kesehatan. Jika satu sisi dilakukan pelonggaran, misalnya untuk sektor ekonomi maka sektor kesehatan akan terdampak bisa jadi kenaikan angka untuk PDP, ODP serta positif Covid-19.

“Sementara jika Kesehatan yang diperketat dengan mekanisme perketat jalur ekonomi, akan berdampak pula terhadap laju ekonomi yang menurun. Disinilah dibutuhkan kebijakan yang tidak main-main,” tutur Yana.

Lebih Lanjut Yana menambahkan, sebagai orang yang sempat dinyatakan positif, dirinya sangat mengkhawatirkan adanya peningkatan gelombang kedua Covid-19.

“Saya sebagai mantan penderita Covid-19 khawatirnya gelombang kedua terjadi dan bias lebih berbahaya, jadi tetap harus di evaluasi dengan baik,”pungkasnya.

(Mugni)

Bagikan: