Tidur di Kuburan Hingga Menumpang di Kios Pemulung Ini Qurban Sapi

Mataram, Beritainspiratif.com – Dari hasil jerih payahnya mengumpulkan barang bekas selama beberapa tahun, Nenek Sahnun (60) pemulung yang tinggal di tengah Kota Mataram akhirnya bisa membeli sapi kurban.

Nenek Sahnun bukanlah orang berada. Dia tinggal sebatang kara di Mataram dan kini menumpang tidur di sebuah kios di samping barat Mal Matataram. Sebelumnya, Sahnun tinggal di kuburan umat Hindu. Merasa kasihan, seorang warga kemudian memberikan tumpangan tempat tidur kepadanya di kios tersebut.

Jika pagi tiba. Sahnun secepatnya menggulung tikar alas tidur karena pemilik kios sudah mulai beraktivitas berjulan nasi. Sampai saat ini, tidak ada satupun keluarga yang mencari Sahnun. Keluarganya berasal dari Narmada, Lombok Barat.

Setiap hari, Sahnun memikul karung berisi botol plastik dengan tubuh kecilnya. Langkahnya sangat cepat ketika menyusuri jalanan Kota Mataram. Biasanya Sahnun berangkat memulung mulai dari subuh hingga malam hari dengan jeda waktu istirahat pada siang hari.

“Pagi-pagi subuh sudah berangkat, balik lagi istirahat nanti lagi lanjut sampai malam,” ungkap Sahnun dengan bahasa Sasak seperti diungkap Kompas.com, Selasa (30/7/2019).

Selama 5 tahun Sahnun menabung, dan setiap hari ia bisa mengumpulkan botol plastik sekitar dua karung. Setiap sepekan sekali seorang pengepul datang membelinya. Dia biasa menjual barang bekas yang dikumpulkannya Rp 10.000 hingga Rp 20.000 perkarung.

Sahnun mengatakan, sudah sekitar lima tahun mengumpulkan uang untuk diniatkan membeli hewan korban. Saat ditanya alasan Sahnun ingin berkurban, Sahnun hanya melempar senyuman kecil dengan anggukan, menandakan bahwa niat untuk berkurban tidak ingin diketahui banyak orang.

Kaling, pengurus Masjid Nur Iman, tempat dimana Sahnun berkurban sapi, sempat kaget saat menerima uang Rp 10 juta dari Sahnun.

“Saya juga merasa kaget kok bisa nilai satu sapi yang harganya 10 juta, mampu dibeli oleh seorang yang pekerjaannya sehari-hari pemulung,” ungkap Kaling.

Dari penuturan Kaling, saat pengajian majlis taklim di Masjid Nurul Iman yang dilakukan rutin setiap hari Kamis, Sahnun spontan memberikan uang 10 juta untuk berkurban, juga sontak membuat para ibu-ibu tercengang dan kaget.

“Dia langsung spontan saja menyebutkan Rp 10 juta, makanya kita kaget. Dia hanya pemulung kok bisa, ibu-ibu reaksi pada bengong melihat Sahnun memberikan uang senilai Rp 10 juta,” kata Kaling.

Pengemudi ojek online Haerudin yang sering melihat aktivitas Nenek Sahnun sebagai pemulung, tak pernah sekalipun melihat Sahnun minta-minta seperti pengemis. Haerudin salut melihat perjuangan hidup Sahnun yang setiap hari makan dari hasil barang rongsokan hingga bisa membeli hewan korban.

“Dari dulu nenek ini saya liat duduk di emperan mal, tapi tidak pernah minta-minta. Kalau dikasihpun dia tidak mau,” kata Haerudin.

Hingga kini Sahnun telah membeli sapi di lingkungannya Majeluk Mataram dan akan dibawanya nanti pada saat Hari Raya Idul Adha. (Yanis)

Bagikan: