Tempat Wisata Dadakan Bermunculan di Cirebon, Disbudparpora Minta Desa Kembangkan Desa Wisata

Cirebon,Beritainspiratif.com – Sejumlah tempat wisata dadakan di Kabupaten Cirebon yang sempat viral belakangan ini terbilang fenomenal. Kondisi itu menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Cirebon membutuhkan hiburan atau tempat wisata yang murah meriah atau bahkan gratis.

Menanggapi hal itu, Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Nana Mulyana, mengaku sudah mendorong Pemdes yang mempunyai lokasi wisata dadakan untuk serius membangun fasilitas dan mengelolanya melalui Bumdes.

Nana Mulyana juga mengingatkan pihak Pemdes agar bisa memanfaatkan aset tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan PAD.

“Tinggal Pemdesnya berani enggak mengeluarkan anggarannya dengan membuat saung dari bambu, ban bekas yang di cat warna warni dan fasilitas sederhana lainnya. Nanti karcisnya jangan mahal-mahal, kalau Rp 2500 saya kira masyarakat berani, itu murah,” ujar Nana, Jumaat (12/6/2019).

Dijelaskan Nana, sebelum viral di Medsos dan ramai diberitakan media massa, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan survey ke lokasi. Bahkan, pihaknya juga sudah melakukan pendekatan pada kelembagaan.

“Dinas sudah tidak kurang-kurang, sudah receking kelapangan bahkan sampai sudah pendekatan ke kelembagaan. Jadi sebelum viral, kita sudah cek,” kata Nana.

Menurutnya, jika pihak Pemdes tanggap melihat peluang tersebut kemudian mibatkan Bumdes untuk mengelola, maka langkah selanjutnya Disbudparpora akan menganggarkan untuk pelatihan managemen pariwisata dan pengelolaannya.

“Kalau sudah jalan, nanti kita anggarkan untuk pelatihan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) nya. Kita yang melatih managemen pariwisatanya dan pengelolaannya. Kalau pembangunan di awal, ya jujur kita tidak ada (anggaran),” terangnya.

Nana menjelaskan, untuk tempat wisata musiman, yakni bunga eceng gondok, Pemdes juga harus melihat potensi lain setelah eceng gondok habis musimnya.

Karena, imbuh Nana, tujuan pemerintah mengucurkan dana didesa itu agar desa bisa kuat wisatanya seperti wisata disalah satu desa di Jawa Timur. Intinya, yang dilakukan pemerintan adalah untuk kemakmuran bersama. Makanya, Pemdes harus mengatur Rencana Pengembangan Kawasan Pedesaan (RPKP).

“Kalau di Cirebon contohnya seperti di Desa Kamarang yang bisa melakukan sendiri tanpa harus menunggu Pemda, karena anggaran di desa memang ada. Atau bisa join dengan pihak ketiga,” jelas Nana.

Saat ini, imbuh Nana, Desa yang akan diresmikan oleh Pemkab sebagai desa wisata sebanyak 11 Desa. Pemkab sedang menyusun draf untuk realisasi bagi 11 desa wisata di Kabupaten Cirebon. Ke sebelas Desa itu yakni Desa Gegesik Lor, Gegesik, kidul, Gegesik Wetan, Gegesik Kulon, Panunggul, Ciwaringin, Sitiwinangun, Trusmi, Ambulu, Sedong, Mundu dan satu Desa di Kecamatan Pasaleman.

“Draf sedang disusun untuk jadi desa wisata. Itu juga merupakan keyakinan kita untuk memunculkan budaya dan kebudayaan,” ungkapnya.

Selain 11 Desa tersebut, masih banyak potensi pariwisata Kabupaten Cirebon lainnya yang tidak kalah menariknya dengan wisata di daerah Jogjakarta.

“Kalau semuanya ada ratusan. Potensi Cirebon lebih dari Jogja, karena kita punya Gurilap. Gurilap itu Gunung, rimba, laut dan pantai kita punya,” katanya. (Dekur)

Bagikan: