Serahkan Penghargaan Juara MQK, Wagub Jabar Sampaikan Hal Ini

Bandung, Beritainspiratif.com – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menjadi pembina upacara pada apel pagi yang dirangkaikan dengan Penyerahan hadiah Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jabar Tahun 2018 di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (31/12/2018).

Dalam pidatonya Uu menyampaikan pentingnya kompetensi santri dalam menciptakan intelektual muslim yang bekualitas.

Uu menjelaskan, seluruh peserta perlombaan membaca kitab kuning tingkat Provinsi Jawa Barat yang hadir dalam kesempatan tersebut mesti memiliki kepercayaan diri yang lebih meningkat. Jika selama ini kemampuan para santri hanya ditunjukan di depan santri lainnya atau di masyarakat pedesaan, melalui perlombaan tersebut Uu berharap para santri dapat tampil percaya diri di depan mayarakat kota.

“Alhamdulillah kita sudah sampai pada penghujung rangkaian lomba membaca kitab kuning, dari awal masa pendaftaran pelaksanaan hingga hari ini tiba waktunya penyerahan hadiah, kami Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap pasca dilaksanakannya acara ini para santri bisa lebih percaya diri tampil di depan semua lapisan masyarakat,” kata Uu

Selain itu pihaknya juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam melaksanakan acara yang rencananya akan digelar setiap tahun tersebut. Menurutnya acara lomba membaca kitab kuning tak mungkin bisa terlaksana tanpa bantuan semua pihak.

“Kolaborasi adalah sebuah kekuatan, kemudian saya atas nama Pemprov Jabar mengucapkan terima kasih juga kepada para pendukung, kepada para kiai dan ulama yang sudah memberikan izin santrinya untuk ikut berpartisipasi,” lanjut Uu.

Uu berharap selain sekadar meningkatkan kemampuan para santri, yang lebih penting adalah melalui acara tersebut para ulama kiai dan ajengan bisa saling bersilaturahmi sehingga meminimalisir angka konflik terutama jelang kontestasi politik 2019 mendatang.

“Tujuan kami yang lainya adalah sebagai bentuk silaturahmi, dengan membangun silaturahmi antar pondok pesantren di Jawa Barat, karena dengan silaturahmi ini akan ada sebuah hubungan emosional antar pesantren satu dengan pesantren lainnya sehingga tidak mudah diadu domba,” tandasnya.

(Tito)

Bagikan: