Sejarah Turnamen Sepak Bola “Piala Indonesia” Sejak Tahun 2005 – 2012

Jakarta, Beritainspiratif.com – Piala Indonesia merupakan sebuah turnamen sepak bola tahunan garapan PSSI. Pertama kali turnamen ini diadakan pada tahun 2005 dengan nama Copa Indonesia (Copa Dji Sam Soe untuk alasan sponsor).

Turnamen ini mempertemukan seluruh klub sepak bola dari 3 tingkatan kompetisi Liga Indonesia yakni Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Pada tahun 2018 klub yang berpartisipasi berjumlah 128 klub dari ketiga tingkatan tersebut.

Melalui turnamen Piala Indonesia, klub-klub dari luar Liga 1 memiliki kesempatan untuk menghadapi klub-klub besar yang selalu menghuni Liga 1. Bagi klub-klub divisi terendah, merupakan kebanggaan dapat mengukur kemampuan melawan klub-klub besar bahkan menjadi motivasi tersendiri untuk menjadi pembunuh raksasa jika mampu mengalahkan klub-klub dari divisi di atasnya.

Sejarah
Piala Indonesia digelar untuk pertama kalinya pada tahun 2005 dan disponsori PT. HM Sampoerna Tbk. dan PT Bentoel Prima dengan produk unggulannya yakni Dji Sam Soe, sehingga ajang tersebut dinamakan pula dengan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005.

Turnamen Piala Indonesia 2005 melibatkan 92 tim yang terdiri dari 36 klub Divisi Utama, 40 klub Divisi Satu dan 16 klub Divisi Dua. Sebelumnya di era Galatama Pernah pula digelar semacam Piala Indonesia yang diikuti oleh klub-klub Galatama dengan nama Piala Galatama.

Format Turnamen
Turnamen Piala Indonesia diselenggarakan dengan menggunakan sistem gugur dengan pola Home and Away, atau partai kandang dan tandang, mulai babak penyisihan hingga partai semi final. Sementara babak grand final dilangsungkan dalam satu kali dalam pertandingan pamungkas di satu tempat. Final Piala Indonesia 2005 dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Hadiah dan Penghargaan
Klub yang mampu menjuarai turnamen ini berhak mendampingi juara Liga Indonesia mewakili Indonesia di ajang Piala AFC. Ada beberapa penghargaan di turnamen Piala Indonesia, selain dari piala bergilir, yaitu:

· Juara : Rp. 1.000.000.000

·Peringkat II : Rp. 500.000.000

·Peringkat III : Rp. 350.000.000

· Pemain terbaik : Rp. 75.000.000

·Top Scorer : Rp. 75.000.000

·Fair Play Team : Rp. 75.000.000

·Best Supporter : Rp. 75.000.000

Pencetak Gol Terbanyak
·2005 – Javier Roca (Persegi Gianyar) – 11 gol

· 2006 – Emaleu Serge (Arema Malang) – 9 gol

·2007/2008 – Albeto Goncalves da Costa (Persipura Jayapura) – 6 gol

· 2008/2009 – Samsul Arif (Persibo Bojonegoro) dan Pablo Frances (Persijap Jepara) -8 gol

·2010 – Christian Gonzalez (Persib Bandung) – 10 gol

·2012 – Javier Roca (Persis Solo) – 5 gol

Pemain Terbaik
· 2005 – Firman Utina (Arema Malang)

·2006 – Aris Budi Prasetyo (Arema Malang)

· 2007/2008 – Bambang Pamungkas (Persija Jakarta)

· 2008/2009 – Anoure Obiora (Sriwijaya FC) Palembang

·2010 – Keith Kayamba Gumbs[4] (Sriwijaya FC)

·2012 – Diam Irawan (Persibo Bojonegoro)

Suporter Tim Terbaik
· 2006 – Aremania (Arema Malang)

· 2007 – The Jakmania (Persija Jakarta)

· 2009 – Sriwijaya Mania (Sriwijaya FC)

Juara Piala Indonesia
2005 – Arema Malang

2006 – Arema Malang

2007 – Sriwijaya FC

2008 – 2009 Sriwijaya FC

2010 – Sriwijaya FC

2012 – Persibo Bojonegoro

Kontroversi
Kontroversi terjadi pada final Copa Dji Sam Soe 2009 di Stadion Jakabaring, Palembang. Akibatnya, pada menit 60, Persipura menyatakan walk out (wo) saat pertandingan masih berjalan dengan skor 1-0 untuk Sriwijaya FC. Hal ini “mencoreng” nama fair play, sehingga sebagai hasil akhir Sriwijaya FC menang 4-0 karena Persipura yang menyatakan wo. Setelah kasus itu, muncul dugaan Persipura akan diturunkan dari Liga Super Indonesia ataupun mengundurkan diri dan mengikuti kompetisi Australia namun Persipura tetap bermain di Liga Super Indonesia pada musim berikutnya.

Sumber : Wikipedia Indonesia

(Yanis)

Bagikan: