Sarana Pendidikan Di Kota Cirebon Sudah Memadai

Cirebon, Beritainspiratif.com – Sarana dan prasarana pendidikan yang ada di Kota Cirebon dinilai sudah memadai. Namun semua pihak harus tetap bekerja sama agar pendidikan dan kebudayaan di Kota Cirebon bisa lebih maju.

Hal tersebut diungkapkan Pj Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik, usai menjadi pembina upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional di alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Rabu (2/5).

“Sarana dan prasarana pendidikan di Kota Cirebon sudah memadai,” ungkap Dedi.

Baik itu infrastruktur pendidikan, transportasi penunjangnya dan lainnya. Memang ada beberapa yang belum, namun secara umum menurut Dedi sudah baik.

Tantangan ke depannya, lanjut Dedi, saat ini kita sudah memasuki satu milenium yaitu revolusi industri generasi keempat.

“Kita harus menjadi agent of change,” ungkap Dedi.

Yaitu satu generasi yang membawa perubahan dan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Semua hanya bisa dilakukan melalui pendidikan, baik formal maupun non formal.

Selain pendidikan, yang harus dilakukan lainnya yaitu memajukan kebudayaan. “Bahkan harus ada ekspansi budaya,” kata Dedi.

Termasuk budaya dan kearifan lokal yang terus harus dijaga. Sehingga peserta didik tidak hanya memahami pelajaran secara formal namun juga nilai-nilai budaya yang akan membentuk karakter mereka. “Karenanya harus ada sinergi antara guru, peserta didik dan masyarakat untuk saling menguatkan,” ungkap Dedi.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jaja Sulaeman, menjelaskan jika tema hari Pendidikan Nasional tahun ini yaitu menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan.

“Pendidikan tidak bisa lepas dari kebudayaan. Pendidikan bisa mengembangkan kebudayaan,” ungkap Jaja. Karakter anak-anak kita, lanjut Jaja, harus berbudaya.

Karena itu Jaja menekankan kembali pentingnya peran serta tri pusat pendidikan. Yaitu keluarga, masyarakat dan sekolah. “Ketiganya tidak bisa dipisahkan,” kata Jaja.

Apalagi tata cara, perilaku dan kebiasaan anak-anak didik sangat dipengaruhi oleh kebiasaan di keluarga dan masyarakat. Sehingga ketiga unsur ini menurut Jaja harus saling bekerja sama agar tidak hanya menghasilkan anak-anak yang cerdas namun juga berkarakter. (Yones)

Bagikan: