Sang Maestro Jaipong Gugum Gumbira Meninggal Dunia, Inilah Profilnya

Innalillahi wainnailaihi rojiun

Bandung, Beritainspiratif.com – Telah berpulang kerahmatulloh Maestro Tari Jaipongan, Gugum Gumbira Tirasondjaja di RS Santosa Bandung, pada hari Sabtu (4/1/2020) sekira pukul 01.59 WIB.

Almarhum meninggal dunia karena sakit jantung yang dideritanya sejak lama. Sebelumnya, almarhum sempat dirawat di RS Santosa sejak beberapa hari lalu.

Jenazah almarhum kini disemayamkan di rumah duka Jalan Kopo No.17-19 Bojong Loa, Kota Bandung.

Rencananya, almarhum sang maestro akan dimakamkan di pemakaman keluarga Pada Ulun, Majalaya, Kabupaten Bandung, hari ini sekira pukul 10.00 WIB.

Almarhum meninggalkan 4 orang anak dan 10 cucu

Profil Maestro Jaipongan

Dr. Gugum Gumbira Tirasondjaja (sering dikenal sebagai Gugum Gumbira; lahir di Bandung4 April 1945, adalah  komposer Sunda,  pemimpin  orkestrakoreografer, dan pengusaha  dari BandungJawa BaratIndonesia, kutip Wikipedia Indonesia.

Sekira tahun 1961, pada saat Presiden Indonesia,  Sukarno  melarang  musik  barat,  Gugum tertantang untuk menghidupkan  seni pribumi.

Gugum Gumbira belajar tari pedesaan dan festival musik selama dua belas tahun. Jaipongan, atau Jaipong, adalah hasil yang paling populer dari studinya yang memperbarui musik ritual desa bernama ketuk tilu dengan gerakan dari Pencak Silat, seni bela diri Indonesia, dan musik dari tarian teater bertopeng, Topeng Banjet, dan teater Wayang Golek.

Jaipongan memulai debutnya pada 1974 ketika Pak Gugum beserta gamelan dan penari pertamanya tampil di depan umum. Pada pertengahan 1980-an, Jaipongan sebagai tarian sosial telah memudar, tapi tetap populer sebagai tari panggung, dilakukan oleh perempuan, pasangan campuran atau sebagai solo.

Album Jaipongan yang paling banyak tersedia di luar Indonesia adalah Tonggeret oleh Idjah Hadidjah dan Gugum Gumbira Jugala orkestra, yang dirilis pada tahun 1987 dan kembali dirilis sebagai Jawa Barat: Jaipong Sunda dan Musik Populer lainnya]] oleh Nonesuch / Elektra Records.

Studio Jugala Gugum Gumbira di Bandung berfungsi sebagai dasar untuk orkestra Jugala itu sendiri dan kelompok tari, telah menciptakan dan merekam beberapa musisi lainnya, termasuk Sabah Habas Mustapha dan The Residents.

Orkestra Jugala termasuk instrumen gamelan Sunda, drum, rebab dan suling, memainkan jaipongan dan musik degung kontemporer.

Gugum Gumbira menikah dengan Euis Komariah, yang bernyanyi Orkestra Jugala. Putri mereka, Mira Tejaningrum (lahir 4 Maret 1969), adalah penari dan koreografer untuk kelompok tari Jugala.

Ia merupakan peraih Satya Lencana Kebudayaan Pemerintah Republik Indonesia karena karya tarian Jaipongan ciptaannya.

Selamat Jalan Maestro Jaipong tenanglah disana, jasamu terukir di dunia seni sunda.

Yanis

Bagikan: