Saat Ziarah ke Makam Pangeran Muhammad, Cabup Maman Temukan Jembatan Rusak

Majalengka, Beritainspiratif.com – Berziarah ke makam Pangeran Muhammad di kawasan Cicurug, Majalengka, calon Bupati Majalengka, Maman Imanulhaq, terkendala jembatan ambrol, Selasa (27 /3).

Mobil kandidat bupati nomor urut 1 itu harus diparkir di pinggir jalan sekitar satu kilometer sebelum makam karena terhalang jembatan yang rusak tersebut.

Jembatan sepanjang 50 meter itu sudah beberapa lama rusak. Sepekan terakhir belasan orang memperbaikinya, namun masih banyak pekerjaan yang mesti dirampungkan. Masih diperlukan waktu berbulan-bulan untuk menuntaskan perbaikan.

Disebelah  jembatan yang rusak itu dibuat jembatan darurat dari bambu, tempat pengendara sepeda motor melintas.

Seusai berziarah, Maman Imanulhaq sempat berbincang dengan pekerja yang memperbaiki jembatan. Ia juga memberi oleh – oleh berupa sekantong besar kerupuk kepada mereka.

“Terima kasih, pak,” kata salah seorang pekerja, kepada Kang Maman, panggilan akrab mantan anggota DPR RI itu.

Kang Maman menuturkan, Pangeran Muhammad adalah tokoh penyebaran agama Islam di Majalengka yang perlu dihormati dan diteladani.

“Beliau adalah ulama besar yang jejak dan hasil jerih parahnya masih bisa kita rasakan sampai hari ini,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, Jatiwangi itu.

Menurut Kang Maman, jika dirunut ke belakang, Pangeran Muhammad merupakan salah seorang ulama yang ikut merintis jalan bagi suburnya agama Islam di Majalengka.

” Wajah Majalengka hari ini yang agamis, Islami, itu berkat keikhlasan beliau mendakwahkan ajaran Islam kala itu, ” ujar Kang Maman.

Banyak versi kisah tentang Pangeran Muhammad. Salah satu versi menyebutkan, Pangeran Muhammad diutus untuk menyiarkan agama Islam di Majalengka oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1480-an.

Karena memang mumpuni, Pangeran Muhammad sukses dalam menjalankan tugas.

“Banyak yang bisa diteladani dari Pangeran Muhammad, misalnya keteguhan dalam bekerja dan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Menyebarkan agama Islam di sini yang waktu itu masih kuat pengaruh Hindu- nya, bukan tugas yang enteng,” ujarnya.(Yones)

Bagikan: