Tim Terpadu P4GNPN Kota Bandung Gelar Sosialisasi di Kelurahan Sukamiskin

Kepala BNN Kota Bandung, AKBP. Deni Yus Danial (seragam biru) bersama narasumber dan peserta usai mengikuti sosialisasi dari Tim Terpadu P4GNPN Kota Bandung di Aula Kelurahan Sukamiskin Kota Bandung, Senin (21/6/2021) / Foto: Beritainspiratif.com


Bandung, Beritainspiratif.com - Tim Terpadu P4GNPN Kota Bandung, Jawa Barat, menggelar pelaksanaan Intervensi Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa/Kelurahan, menuju Kelurahan, Kota Bandung dan Indonesia Bersinar (Bersih narkoba).

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (21/6) ini, diikuti 21 kelurahan di kota Bandung, dimana tiga kelurahan hadir melalui tatap muka, sedangkan 18 kelurahan lainnya mengikuti secara virtual (Hybrid).Untuk tatap muka dilaksanakan di Aula Kelurahan Sukamiskin, Arcamanik dengan dihadiri sebanyak 20 peserta perwakilan terdiri dari Kelurahan Antapani Tengah, Isola dan Kelurahan Sukamiskin.

Dari pantauan beritainspiratif.com, peserta Intervensi Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa/Kelurahan tersebut diikuti oleh para lurah dengan melibatkan para peserta dari unsur perwakilan relawan, PKK, pendidik, instansi pemerintah dan swasta, serta lingkungan masyarakatdan keluarga.

Tujuannya, adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya membangun sistem deteksi dini melalui intervensi ketahanan keluarga berbasis sumber daya pembangunan di kelurahan-kelurahan di Kota Bandung, dalam rangka mewujudkan kelurahan, Kota Bandung serta Indonesia bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga: Kenali Reksadana, Sebelum Berinvestasi di Saham, Simak Penjelasannya!

Penanganan masalah Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), melalui intervensi ketahanan keluarga berbasis sumber daya pembangunan kelurahan ini, Tim Terpadu P4GN Kota Bandung menghadirkan 23 kelurahan yang menjadi prioritas kelurahan Bersinar di Kota Bandung, sesuai Keputusan Walikota Bandung Nomor. 148/Kep. 333-BKBP/2021, tentang penetapan Kelurahan Bersih Narkoba.

Kegiatan off line dan on line ini berlangsung mulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 12.00 Wib. Sementara, dua kelurahan lainnya, akan menggelar kegiatan yang sama pada Rabu mendatang.

Kepala BNN Kota Bandung, AKBP. Deni Yus Danial, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, memaparkan, Indonesia sudah darurat narkoba, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Di Indonesia, ungkap, Deni, berdasarkan data prevalensi, Jawa Barat merupakan daerah tertinggi dalam penyalagunaan narkoba dengan jarum suntik.

Berdasarkan data, prevalensi penyalahgunaan narkotika berjumlah sekitar 0,40 persen. Dari 13.608 pengguna narkotika, 20 persen di antaranya adalah menggunakan jarum suntik. Di Kota Bandung sendiri, pengguna narkotika jarum suntik didominasi oleh pemakaian jarum suntik Suboxone.

"Untuk menanggulangi penyalahguna dan peredaran gelap narkoba, negacuatu strategi yang disebut P4GN. P4GN, adalah strategi negara yang didesain untuk menanggulangi masalah narkoba, jadi bukan saja dari sisi pemberantasannya saja akan tetapi bagaimana upaya dalam pencegahannya," tutur Deni.

Disebutkan, Permendagri No. 12 Tahun 2019 tentang fasilitasi P4GN dan Inpres No. 2 Tahun 2020 perihal Rencana Aksi Nasional (RAN) yang mengamanahkan tentang penguatan P4GN. UU No. 35 Tahun 2009, telah menyebutkan, dalam pelaksanaan P4GN, BNN sebagai leading sektor atau penggerak , namun dalam pelaksanaannya, P4GN merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

"Saat ini, upaya untuk memobilisasi pelaksanaan P4GN, tampaknya belum terlihat," ujarnya.

Narasumber lainnya, Apep Insan Parid, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya Kota Bandung, menuturkan, pelaksanaan P4GN di Kota Bandung, memang belum maksimal, karena terkendala oleh sumber daya manusia. Namun meski demikian, sampai saat ini kita masih terus menggenjot pelaksanaan P4GN melalui kelurahan Bersinar (Bersih narkoba).

"Untuk mendukung kelurahan bersinar itu, pemerintah Kota Bandung telah membentuk Tim Terpadu P4GNPN, dengan tujuan memberdayakan seluruh SKPD, termasuk para camat dan lurah," jelas Apep

Dalam pelaksanaannya, Tim Terpadu ini bertugas menyusun dan melaksanakan rencana aksi daerah terkait program P4GN, selanjutnya mengkoordinasikan, menyerahkan, mengendalikan dan mengawasi fasilitasi P4GN di Kota Bandung, imbuhnya.

"Dijelaskan Apep menyinggung perihal, Inpres No.2 Tahun 2020, tentang RAN penguatan P4GN, pemerintah Kota Bandung kini telah merespon dengan keluarnya perda mengenai pelaksanaan P4GN yang ditetapkan melalui paripurna pada rapat 17 Mei Tahun 2021," tambah Apep.

Sementara itu, narasumber terakhir, dr. Hj.Rita Verita Sri Hasnarty, yang semula Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung dan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, menjelaskan, bahwa ketahanan keluarga adalah hal yang harus terjaga dalam suatu keluarga, karena permasalahan yang terjadi di luar keluarga, diawali dari keluarga dan berasal dari keluarga. Dimana, untuk membentuk suatu keluarga yang utuh, tentu yang pertama harus dilakukan mengembangkan spiritual yaitu melalui agama. Agama adalah pondasi dari suatu keluarga yang utuh.

"Menurutnya, ada enam dimensi dalam ketahanan keluarga, diantaranya, dimensi legalitas atau keutuhan keluarga, ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, ketahanan budaya dan terakhir kemitraan kesetaraan gender," pungkas Rita.

Yanis

Berita Terkait