Melalui P2WKSS, Desa Sukagumiwang Tingkatkan Kualitas Perempuan



Indramayu, Beritainspiratif.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Indramayu terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan Indramayu. Di antaranya melalui Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS). Di tahun 2018 ini, misalnya, Desa Sukagumiwang Kecamatan Sukagumiwang menjadi role model dari P2WKSS yang dimotori oleh DP3A. Tidak tanggung-tanggung Desa Sukagumiwang bertekad menjadi desa terbaik di Jawa Barat dalam penerapan P2WKSS di tengah-tengah masyarakatnya.

Hal itu terungkap ketika evaluasi P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung Kamis (20/09/2018) di Kantor Desa Sukagumiwang Kecamatan Sukagumiwang.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah dalam siaran pers yang diterima Beritainspiratif.com, mengatakan, P2WKSS merupakan program peningkatan perempuan yang mempergunakan pola pendekatan lintas bidang pembangunan secara terkoordinasi yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga guna mencapai tingkat hidup yang berkualitas.

Anna menambahkan, masuknya Desa Sukagumiwang ke dalam evaluasi P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat karena selama ini peran serta dan partisipasi masyarakatnya cukup bagus banyak terobosan dan inovatip yang dilakukan oleh kepala desa agar Desa Sukagumiwang terdepan dalam peningkatan kualitas perempuan dan perlindungan anaknya. Selain itu, desa tersebut mampu mengelola hasil pertanian terutama palawija dan mampu memberdayakan perempuannya melalui kelompok tani.

“Hal yang cukup menonjol dari Desa Sukagumiwang ini mereka telah memiliki peraturan desa tentang jam belajar bagi para anak-anak. Selain itu para perempuanya mampu mengelola hasil pertanian terutama palawija dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desanya cukup tinggi,” tegas Anna.

Dengan melihat kondisi yang demikian, maka sudah sepantasnya jika Desa Sukagumiwang menjadi yang terbaik di Jawa Barat dalam menerapkan program P2WKSS di desanya.

Sementara itu ketua tim penilai Neni Alyani dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat mengatakan, selama 6 bulan dilakukan pemantauan sejak evaluasi awal, Desa Sukagumiwang banyak mengalami perubahan yang signifikan terutama pemberdayaan masyarakat. Saat ini pihaknya masih focus pada pemberdayaan masyarakat sebelum ke fisik desa.

“Sejak evaluasi awal dan kini sudah enam bulan banyak sekali perubahan yang terjadi terutama pemberdayaan di masyarakat dan keterlibatan dalam pembangunan desa. Jika Desa Sukagumiwang ini masuk 10 besar di Jawa Barat maka berikutnya akan dilakukan peninjauan secara fisik sebagai evaluasi akhir,” kata Neni.  (Yones)

Berita Terkait