Pengajuan BRT Diharapkan Bisa Atasi Kemacetan di Kota Cirebon



Cirebon, Beritainspiratif.com - Menjadi kota metropolitan, Pemerintah Daerah Kota Cirebon berharap adanya bantuan Bus Rapid Transit (BRT) dari pemerintah pusat. Keberadaan kendaraan tersebut diharapkan bisa menjadi solusi kemacetan yang mulai terjadi di Kota Cirebon.

“Berharap di Kota Cirebon ada pelayanan BRT, untuk melayani warga Kota Cirebon,” ungkap Pj Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik, usai menghadiri kuliah umum sinergi membangun bangsa dengan tema “Mengisi Kemerdekaan Berlalulintas Sebuah Tradisi” di Unswagati, Cirebon, Rabu (15/8).

Karena itu, Kota Cirebon sudah mengajukan BRT tersebut kepada pemerintah pusat. Kota Cirebon, lanjut Dedi, saat ini sudah menjadi Metropolitan Cirebon Raya, keberadaannya pun menjadi daya tarik untuk daerah sekitarnya.

Permasalahan pun timbul, diantaranya kemacetan lalu lintas. Karena itu dengan adanya angkutan massal seperti BRT bisa menjadi solusi dari permasalahan tersebut.

Tidak hanya itu di Kota Cirebon ini juga membentang perlintasan sebidang sepanjang hampir 7 km. Ini juga menjadi salah satu sumber kemacetan.

Terlebih Kota Cirebon sudah dilewati oleh double track kereta api. Karena itu pihaknya berharap ada peninggian (elevate) untuk jalur kereta api sepanjang lebih kurang 7 km yang bisa terintegrasi dengan kereta api semi cepat dari Jakarta menuju Surabaya.

Selanjutnya Dedi juga meminta kepada seluruh warga Kota Cirebon untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai sebuah tradisi. “sehingga angka kecelakaan bisa ditekan dari tahun ke tahun,” ungkap Dedi.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, mengungkapkan jika mereka memiliki sekitar 250 an BRT di seluruh Indonesia.

“Jika BRT untuk Kota Cirebon tahun ini belum bisa terealisasi, maka Insya Allah tahun depan bisa untuk Kota Cirebon,” ungkap Budi, saat disinggung mengenai permintaan BRT dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

Sedangkan untuk bus sekolah, menurut Budi, mereka memiliki sekitar 180 dan dalam waktu dekat juga akan diberikan untuk Cirebon dan Indramayu.

Pada kesempatan yang sama, Budi Setiyadi juga memberikan bantuan berupa bus kampus untuk Unswagati Cirebon. Pemberian bantuan satu bus kampus ini dimaksudkan untuk mendukung kegiatan kampus dan mobilisasi mahasiswa yang hendak melakukan kegiatan di luar kampus. Selain itu dibuat juga Zona Selamat Sekolah (ZOSS) di lingkungan kampus Unswagati.

“Program penyerahan bus ini sudah berlangsung sejak 2002 melalui program pengurangan subsidi BBM,” ungkap Budi.

Yones

Berita Terkait