Pemprov Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Tim Terpadu Pasca Pemilu 2019

Jakarta, Beritainspiratif.com – Dinilai berhasil dalam penanganan konflik sosial dan menjaga stabilitas keamanan yang kondusif pasca Pemilu Serentak 2019, Provinsi Jatim meraih penghargaan sebagai provinsi terbaik tim terpadu (Timdu) tingkat nasional 2019.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pada acara Rakornas Timdu Penanganan Konflik Sosial Dalam Rangka Merekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu Serentak 2019, yang berlangsung di Hotel Grand Paragon, Jalan Gajah Mada No. 126, Jakarta Barat, Kamis (16/05/2019)

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan, penghargaan ini merupakan bentuk keberhasilan Timdu penanganan konflik sosial di Jatim yang terdiri dari Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kabinda, tokoh ulama, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.

Oleh sebab itu, penghargaan ini juga merupakan wujud strong partnership dan harmonious partnership yang telah dibangun selama ini.

“Saya rasa ini adalah wujud keberseiringan antara doa para ulama dan kerja keras dari semua terutama forkopimda dan elemen strategis masyarakat yang bisa mengantarkan Jatim memperoleh penghargaan ini,” ucap Khofifah seperti yang diungkap TribunJatim.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, terkait Pemilu Serentak 2019 di Jatim proses penghitungannya telah selesai sejak dua hari lalu, baik untuk DPD, DPR RI, DPRD tingkat I DPRD tingkat II, hingga pilpres telah diketahui hasilnya.

“Proses penghitungan hasil Pemilu Serentak di Jatim juga telah disampaikan di KPU Pusat. Dalam menyikapinya saya percaya masyarakat Jatim bisa menghargai dan menerima hasil proses demokrasi yang sudah berjalan,” ucapnya.

Khofifah juga menjelaskan, dalam penanganan konflik sosial, Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upay. Selain itu, sinergitas dan kolaborasi dengan Forkopimda terus diperkuat.

Dicontohkannya, pada saat jelang Pilkada serentak lalu pihaknya bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya aktif melakukan dialog interaktif di beberapa media, tentang kesiapan pelaksanaan Pemilu 2019.

Selain itu, saat pelaksanaan may day pada awal Mei lalu melakukan komunikasi yang sangat intensif dengan Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia dengan dukungan penuh dari Kapolda Jatim.

Di akhir sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa dalam penanganan konflik sosial tidak hanya bisa dilakukan dengan berdasar SOP dari tiap lembaga.

Akan tetapi, action dengan ikut turun ke lapangan diperlukan sehingga akan tercipta mutual understanding.

Lewat mutual understanding maka ketika terjadi dinamika atas sesuatu akan memunculkan respect dan trust.

“Sekali lagi terimakasih atas apresiasi dari Kemendagri yang diberikan pada Provinsi Jatim ini, dan terimakasih bagi seluruh elemen masyarakat Jatim yang sudah ikut menjaga Jawa Timur aman dan damai,” pungkasnya.

Seluruh Pimpinan Nasional dan Daerah Harus Jaga Persatuan Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto saat membuka Rakornas tersebut mengajak mengajak seluruh pimpinan nasional hingga daerah untuk ikut merawat persatuan dan kesatuan bangsa agar tidak terjadi konflik sosial.

Oleh sebab itu,konflik sosial harus diinisiasi sejak dini agar tidak mengganggu stabilitas nasional, khususnya pasca Pemilu 2019.

“Rapat hari ini merupakan satu sinergitas dari pusat dan daerah, semua kementrian dan lembaga, TNI dan pemerintah daerah. Ini merupakan bentuk sinergitas atas hal-hal negatif yang berujung konflik sosial,” ujarnya.

Selain itu, Polri dan TNI telah menunjukkan etikat yang luar biasa dengan bersatu padu untuk melakukan pengamanan secara maksimal.

Pihaknya juga sangat berharap semua pihak dapat menerima hasil rekapitulasi Pemilu 2019 pada tanggl 22 Mei nanti dengan legowo.

Selain Provinsi Jatim, penghargaan timdu penanganan konflik sosial di tingkat provinsi secara nasional secara berturut-turut juga diperoleh Provinsi DIY, Provinsi Maluku Utara, Provinsi Lampung dan Provinsi Aceh. Sedangkan penghargaan timdu penanganan konflik sosial di tingkat kabupaten secara berturut-turut diberikan kepada Kab. Lamongan, Kab. Gunung Kidul, Kota Tidore, Kota Lampung Selatan, dan Kota Banda Aceh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Menteri Dalam NegeriTjahjo Kumolo, Gubernur Aceh, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DIY, Gubenur Maluku Utara, Gubernur Riau, serta beberapa bupati dan walikota di Indonesia.

[Yanis]

Bagikan: