Pemprov Jabar Tetapkan 8 Prioritas Pembangunan



Bandung, Beritainspiratif.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan 8 prioritas pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas komponen pembangunan

Hal ini diatakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dalam musrembang di Bandung, Kamis (12/4).

Mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Daerah Bagi Upaya Mencapai Kemandirian Masyarakat Jawa Barat”, musrenbang digelar di Hotel Intercontinental, Dago Pakar, Bandung,

“Jawa Barat fokus pada peningkatan kualitas komponen pembangunan,” ungkap Ahmad Heryawan (Aher)

Dijelaskan Aher, panggilan, jika musrenbang ini dilakukan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2019 mendatang.

Ada pun 8 prioritas pembangunan tersebut yaitu penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, pemanfaatan modal alam untuk pemantapan ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan agro industri berkelanjutan, mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis Koperasi dan Usaha Kecil (KUK), peningkatan interkoneksi pusat-pusat pertumbuhan dan infrastruktur wilayah pendukung kegiatan ekonomi, peningkatan akses kualitas pendidikan rintisan wajib belajar 12 tahun, pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan dasar, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan pengendalian pemanfaatan ruang, peningkatan modal sosial masyarakat untuk meningkatkan daya saing Jawa Barat dan terakhir penguatan reformasi birokrasi.

Dijelaskan Aher, peningkatan kualitas ini penting untuk mencapai kemandirian dan pertumbuhan ekonomi. “Bisa berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan penguatan devisa negara,” tegas Aher. Karena yang terjadi saat ini, lanjut Aher, Indonesia masih boros dollar. Dollar yang dimiliki lebih banyak dikirim keluar negeri untuk transaksi ekspor dan impor kita.

“untuk penghematan dollar, penghematan devisa bisa kita lakukan manakala kita semakin memperkecil impor dan memperbesar ekspor,” ungkap Aher.

Dengan begitu, guncangan perekonomian tidak akan terjadi manakala pertumbuhan ekonomi nasional dan kemandirian ekonomi nasional juga tinggi.

Karenanya pada kesempatan itu Aher pun mengajak kepada seluruh jajaran Pemprov Jawa Barat serta bupati dan wali kota se Jawa Barat untuk menciptakan kemandirian tersebut.

“Mari kita hadirkan seluruh kebutuhan masyarakat di Jawa Barat berasal dari Jawa Barat sendiri. Mari kita hadirkan kemandirian perekonomian,” ajak Aher.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang diwakili Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri, Sumarsono, mengungkapkan jika musrenbang harus mengacu pada program Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Tema yang diangkat pada musrenbang Jabar tepat, karena sesuai dengan RKP 2019 pemerintah pusat,” Ungkap Sumarsono.

Ada pun tema RKP 2019 yaitu Pemerataan Pembangunan Untuk Pertumbuhan Berkualitas. RKP 2019 ini menjadi tahun terakhir dari pelaksanaan Nawa Cita.

Sementara itu Menteri PPN/Kepala Bappenas RI yang diwakili Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungki Sumadi, mengungkapkan tema prioritas nasional dalam RKP 2019 harus didukung oleh pemerintah daerah.

Masing-masing tema tersebut yaitu pembangunan manusia melalui pengurangan angka kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian industri serta pariwisata dan jasa produktif lainnya, pemantapan ketahanan energi pangan dan sumber daya air serta stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu.

Sementara itu Pjs Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik, mengungkapkan bahwa musrenbang dilaksanakan dalam rangka sinergitas yang memiliki derajat tinggi, baik dari atas ke bawah maupun dari bawah ke atas.

“sejumlah program akan dibahas sehingga akan menghasilkan program-program prioritas,” ungkap Dedi.

(Yones)

Berita Terkait