Pelantikan Pengurus Sinergitas ABCGM Dan Wisuda 30 Lulusan Program UMKM Jabar Naik Kelas Batch I

Bandung, Beritainspiratif.com – Menurut Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat, H. Dudi Sudradjat Abdurachim, sinergitas ABCGM merupakan konsep pentahelix yakni keterlibatan asosiasi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media dalam pembangunan. Untuk membangun Koperasi dan UMKM pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Sebab ada keterbatasan baik anggaran maupun infrastruktur dan lainnya.

Dudi menggagas ide dibentuknya Sinergitas ABCGM. Ia mengajak seluruh stakeholders yang berkomitmen untuk membantu diri sendiri naik kelas pada khususnya serta wirausaha pada umumnya sehingga benar-benar menjadi pengusaha yang bisa naik kelas dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Nama kelompok ini adalah Tim Sinergitas ABCGM untuk mendorong UMKM Jabar naik kelas.

Tim ini sudah terbentuk sejak Mei 2017 dan beberapa kegiatan sudah dilakukan untuk membantu UMKM naik kelas, mulai data base, pelatihan bagi UMKM, Pendampingan bagi UMKM, pameran, seminar bisnis sampai dengan diperkenalkan dengan media. Kegiatan UMKM Jabar Naik Kelas dan mengembangkan Koperasi Wirausaha Baru Jabar (WJS) menjadi salah satu gerak langkah nyata dari Tim Sinergitas ABCGM untuk mendorong UMKM di Jabar naik kelas.

“Hari ini kita akan melantik kepengurusan Sinergitas ABCGM dan mewisuda 30 orang UMKM Jabar Naik Kelas Batch I. Para wisudawan ini diharapkan akan terus berkembang dan meningkat usahanya serta mampu mendorong pelaku UMKM lainnya di Jawa Barat untuk lebih maju,” tutur Dudi pada acaea yang digelar di Aula Barat Gedung Sate Jl Diponegoro Bandung, pada Rabu (6/2).

Sementara Ketua Sinergitas ABCGM Jawa Barat, Meriza Hendri menjelaskan, pengurus Sinergitas ABCGM berasal dari anggota mulai dari asosiasi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media. Keberadaan kepengurusan Sinergitas ABCGM akan memperkokoh keberadaan tim ini dalam pembangunan koperasi dan UMKM di Jawa Barat.
Hal ini sejalan dengan visi dari Tim Sinergitas ABCGM mendorong UMKM Jawa Barat naik kelas. Menurutnya, ada tiga permasalahan utama yang dihadapi yaitu berhubungan dengan entrepreneurial mindset, kualitas manajerial serta bagaimana wirausaha di Jawa Barat mampu mengoptimasi setiap peluang yang dihasilkan dari lingkungan eksternal, mulai dari lingkungan eksternal mikro, makro dan global.
Untuk, lanjut Meriza, entrepreneur memerlukan social capital yaitu modal sosial berupa informasi, akses pasar, akses perijinan, akses keuangan, akses fasilitas bisnis serta jejaring yang dapat meningkatkan bisnis mereka. Harapannya, Sinergitas ABCGM dapat membantu memecahkan persoalan tersebut.

Sementara mengenai wisuda UMKM Jabar Naik kelas batch I, Meriza mengatakan, awalnya ada 100 UMKM yang ikut dalam program ini yang digelar sejak Oktober-Desember 2018. Mereka telah mengikuti kelas offline maupun online dan pendampingan dari para mentor.
“Setelah melalui proses dan perjalanan waktu akhirnya sebanyak 30 orang akan diwisuda hari ini. Untuk mengikuti program ini perlu ketekunan, disiplin dan kemauan keras untuk maju. Kami memahami para pelaku UMKM waktunya terbatas, namun kami menyakini bila ada keseriusan mereka akan berhasil untuk mengikuti program ini dari awal hingga akhir,” katanya.

Iyam Sondjaya, salah satu pengurus ABCGM, mengatakan: Acara wisuda dan pelantikan pengurus ABCGM alhamdulillah sukses dan lancar. Beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Pak Dudi yang telah mempelopori ABCGM, semoga tetap amanah bagi daerah Jawa Barat dan Indonesia.

“Kami selaku pengurus ABCGM yang baru saja dilantik Insya Allah amanah yang diberikan akan dijalankan dengan baik dan semoga menjadi ladang pahala buat kami”.
“Dan untuk para alumni siswa UMKM naik kls batch 1, tidak kami tinggalkan begitu saja akan tetapi masih continue dengan program yang masih berjalan terutamanya di akses pasar, permodalan juga aspek legalnya” tutupnya.

Sinergitas ABCGM telah membuka dan sedang melaksanakan program UMKM Naik Kelas Batch II. Program UMKM Naik Kelas Batch II dilaksanakan mulai Januari – Juni 2019. Antusias para pelaku UMKM untuk mengikuti Program UMKM Naik Kelas Batch II ini cukup tinggi. Terbukti hingga akhir pendaftaran tercatat ada 320 UMKM dari wilayah Bandung Raya yang mendaftar. Saat ini ada 50 UMKM yang mengikuti kelas ini.

Dalam program ini akan diberikan materi seputar manajemen usaha, manajemen keuangan, mareting dan sales, branding, manajemen organisasi dan operasi serta lainnya. selain itu, para peserta akan dibantu akses pasar, akses pembiayaan, akses perijinan dan legalitas usaha serta promosi melalui media baik cetak, online maupun elektronik.

(Roni)

Bagikan: