Pedagang Cilok Jadi Taruna Akmil 2019, Ivan: Saya Harapan Satu-Satunya Orang Tua

Beritainspiratif.com – Kisah perjuangan mengejar cita-cita taruna Akademi Militer TNI AD  tahun ajaran baru 2019 ini bisa membuat siapa saja terharu. 

Emanuel Selviano, adalah pemuda asal Balikpapan, Kalimantan Timur. Berasal dari keluarga sederhana, orang tuanya bekerja sebagai pedagang cilok keliling. Setelah lulus SMA, Selviano pun  membantu orang tuanya berjualan.

“Setiap Sabtu Minggu, saya diwajibkan untuk membantu orang tua, seperti berjualan, atau membantu ibu menyiapkan dagangan,” cerita Selviano saat diwawancarai Tim Buletin TNI AD .

Orang tua Selviano terkejut mengetahui anak mereka lolos menjadi Taruna Akmil tahun ajaran baru 2019 dan harus segera daftar ulang. 

Perjuangan Selviano hingga diterima menjadi Taruna Akmil Angkatan 2019 sangatlah berat.

Ayah Selviano, Nicolas Nangga Wain adalah seorang pedagang cilok. Ia sudah berjualan selama bertahun-tahun dan dari hasil kerja kerasnya ini, ia mampu menyekolahkan Selviano hingga jenjang SMA.

Saat tahu sang anak lolos Taruna Akmil, Nicolas terkejut. “Bapak itu pengen kamu jangan terlalu tinggi cita-citanya,” cerita Nicolas saat meminta untuk berkomunikasi dengan keluarga.

Ayah Selviano mengingat betul apa jawaban sang anak kompilasi itu, “Tidak bapak.

Saya tidak ingin punya cita-cita yang bertanggung jawab. Saya ingin tahu, menerima mana, kita masyarakat kecil ini bisa membuat orang besar.”

Cerita Awal Masuk Taruna

Setelah lulus SMA, Selviano sama sekali tidak berpikir untuk masuk Akademi Militer. Ia menceritakan kalau awalnya ia ingin menjadi sersan atau bintara.

“Soalnya saya lihat dari orang di sekitar saya yang masuk bintara itu terlihat gagah, perkasa, berwibawa,” cerita Ivan, sapaan akrab Selviano.

Ia akhirnya memutuskan untuk mendaftar TNI AD, dan Akmil sedang membuka pendaftaran. Ivan mengaku, awalnya ia merasa ragu karena kurang percaya diri akan kemampuannya. Namun, akhirnya ia bisa masuk ke Akademi Militer dengan kemampuan sendiri.

“Motivasi saya, yang membuat saya kuat adalah orang tua saya,” imbuh Ivan.

Cita-cita Ivan sejak kecil memang ingin menjadi anggota militer, dan impian tersebut sangat didukung oleh sang ayah. Walau cita-cita itu mereka anggap terlalu tinggi dan sulit untuk digapai.

Ayah Ivan juga menceritakan seberapa besar keinginan anaknya menjadi prajurit militer. Pernah Ivan mengatakan pada orang tuanya, kalau ia ingin menjadi anggota Kopassus.

“Harapan saya, dia mencontoh komandan-komandannya yang tegas, tidak pandang bulu dan harus menjalankan tugas negara,” ujar ayah Ivan saat ditanya apa harapannya untuk sang anak.

Dari cerita perjuangan gigih Emanuel Selviano, kita bisa belajar betapa besar keinginan dan kemauannya. Walau Ivan berasal dari keluarga sederhana, dari orang tua yang hanya berjualan cilok, tidak ada yang tidak mungkin.

“Saya adalah harapan satu-satunya orang tua, cita-cita saya tinggi, kemauan saya juga tinggi,” ujar Ivan dengan suara sedikit serak menahan air mata harunya.

Kedua orang tuanya tentu sangat bangga dengan apa yang telah dicapai anak semata wayang mereka. Kini, Ivan harus berpisah dengan orang tuanya untuk menjalankan pendidikan militer selama empat tahun.

Yanis

Bagikan: