Menyambut Trend Humas 2018, Perhumas Gelorakan Jabar Bicara Baik

BANDUNG. Tahun 2017 menjadi tahun tantangan bagi para praktisi public relations di Indonesia. Dengan 132 juta pengguna internet, Indonesia tidak bisa terlepas dari berita palsu atau hoax. Berita palsu tersebut kebanyakan beredar di internet melalui berbagai platform, termasuk media sosial.

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) BPC Bandung menyadari bahwa tantangan melawan hoax adalah salah satu tren yang terjadi pada tahun 2017. Untuk menyambut tahun 2018, insan public relations di Indonesia tentunya harus belajar dari apa yang telah terjadi di tahun 2017.

“Pada zaman yang serba canggih ini, tantangan bisa saja datang tanpa diduga-duga,” ujar Ketua Perhumas BPC Bandung, N Nurlaela Arief kepada BeritaInspiratif, Jum’at (22/9).

Maka dari itu, menurut Nurlaela, guna meningkatkan sinergi, aliansi dan perluasan jejaring, terutama antara Perhumas BPC Bandung dan Perhumas Muda Bandung dengan para pemangku kepentingan terkait. Perhumas Bandung akan mengadakan Jabar Bicara Baik yang merupakan forum diskusi dan aksi bersama yang mengambil tajuk Trend PR 2017 and PR Outlook 2018.

“Forum diskusi ini mendorong praktisi humas, pengusaha, pemerintah, akademisi, mahasiswa, komunitas dan media memahami tren public relations 2017 dan outlook public relations 2018 guna menjawab tantangan riil di masyarakat Indonesia umumnya di Jabar,” ungkapnya.

Selain itu, melalui forum ini diharapkan peserta yang hadir akan mendapatkan pemahaman dan peningkatan kompetensi public relations dari perspektif corporate PR, PR in politic, PR in tourism, tren isu di media dan media sosial.

Sebelumnya, dalam rangka meningkatkan kompetensi pengurus dan anggota, serta mendukung program nasional Indonesia Bicara Baik, Perhumas BPC Bandung juga telah menjalin hubungan dengan media internasional pada tanggal 30 Juli sampai 1 Agustus 2017, yakni dengan melakukan media visit ke Bangkok Post, serta beraudiensi dan diskusi dengan Duta Besar RI di Thailand, Ahmad Rusdi.

Rencananya acara ini akan dikemas selama dua hari, Sabtu (9/12) akan diadakan seminar dan diskusi di Novotel Bandung. Kemudian, pada hari kedua Minggu (10/12) para peserta akan diajak melakukan fun walk dan social movement di Balaikota Bandung. (gan)

Bagikan: