Mengunjugi Tobo Gallery, Satu-satunya Stand yang Menghadirkan Batik Lawas di Tamansari Batik Festival 2018

Bandung, Beritainspiratif.com – Jika Anda sedang mencari kain batik dengan motif berbeda dari batik kebanyakan, Anda perlu mengunjungi stand Tobo Galerry yang sedang mengikuti Tamansari Batik Festival 2018 di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Pameran ini masih berlangsung hingga Minggu (4/11/208)

Jenis kain batik yang tersedia di tenant Tobo Galery memiliki keunikan tersendiri yakni motifnya sangat kental dengan nuansa batik zaman dahulu atau bisa disebut lawasan.

Pantauan dilokasi, Tobo Galley merupakan satu-satunya tenant yang menghadirkan jenis batik lawasan pada festival tersebut.

Menurut keterangan pemilik Tobo Gallery, Yanti, motif batik Tiga Negeri merupakan gabungan batik Lasem, Pekalongan dan Solo, hal ini dikarenakan dalam proses pembuatan batik dan motifnya merupakan penggabungan dari 3 wilayah atau negeri yaitu: Lasem, Pekalongan, dan Solo, oleh karenanya disebut Batik Tiga Negeri.

“Kalau yang batik Tiga Negeri ini kan mereka campuran antara motif parang diambil dari Solo, ada juga motifnya Sekar Jagad, dan ini unik karena langka,” jelasnya, saat ditemui beritainspiratif.com, Jumat (2/11/2018).

lebih lanjut Yanti menjelaskan, Batik Tiga Negri kini semakin langka, namun pihaknya menilai batik jenis ini yang justru perlu terus dilestarikan.

“Disamping hari ini banyak bermunculan jenis batik baru, yang lawas juga harus kita rawat, dan harus dilestarikan karena proses pembutannya jelas berbeda terutama pada sisi ketekunan, jadi makanya kenapa lawasan itu kita reserve kita awetkan, supaya sejarah dari hasil karya anak bangsa nggak hilang,” lanjutnya.

Yanti bercerita, meski baru sekitar satu tahun bergelut di dunia batik namun karena ibunya merupakan pengusaha batik sehingga Yanti mengenal pribad-pribadi pembatik membuat dirinya semakin yakin bahwa semua jenis batik juga perlu terus dilestarikan

“Saya mengenal batik dari ibu, beliau pengusaha batik, saya tahu juga bagaimana pribadi para pembatik, mereka punya ciri khas masing-masing, sehingga Tobo Gallery mewadahi karya-karya mereka terutama dari sisi pemasaran,” jelasnya.

Pihaknya berharap, ditengah derasnya teknologi yang membawa gaya baru dalam dunia fashion, batik sebagai ciri khas Indonesia tetap harus terus lestari.

“Karena batik ini kan seni, sehingga punya ciri khas tersendiri baik itu secara prosesnya dengan kerumitan tersendiri, jadi saya kira batik tidak akan hilang, kalau kita memegang teguh prinsip dari batik itu sendiri,” pungkasnya.

Bagikan: