Mengenal Lebih Dekat Gedung Perpustakaan Nasional Sambil Berwisata Akhir Pekan

Bandung, Beritainspiratif.com -Saat anda mendengar kata perpustakaan mungkin yang terlintas di benak adalah sebuah bangunan atau gedung yang kaku didalamnya berjejer ribuan buku dari berbagai jenis ilmu pengetahuan.

Tapi tidak dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berlokasi di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Perpustakaan yang memiliki 24 lantai ditambah tiga ruang bawah tanah ini bahkan digadang-gadang sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia.

Sebelum memasuki gedung utama perpustakaan, pengunjung bisa memasuki museum mini yang menampilkan riwayat baca bangsa Indonesia. Di museum ini, terdapat empat ruang yang memiliki tema berbeda-beda.

Anda bisa menikmati sejarah rakyat Indonesia mengenal huruf dengan ilustrasi yang menarik lewat layar digital di ruang Aksara. Di ruang lainnya Anda bisa melihat alas tulis sebelum ditemukannya kertas seperti bambu, kayu alim, daun lontar, dluwang daluwang hingga kertas Cina.

Di sisi lain Anda juga bisa menikmati riwayat baca bangsa Indonesia dengan latar yang cocok dijadikan spot berfoto. Nah yang menarik, ada ruang perpustakaan bergerak dimana pengunjung bisa menjajal menaiki sepeda ontel statis dan menggowesnya berdasarkan instruksi di layar.

Puas mengelilingi area museum, Anda akan disuguhi bangunan tinggi menjulang. Disanalah ruang perpustakaan utama berada. Anda akan disuguhi rak buku setinggi empat lantai sesaat memasuki lobi utama.

Jika belum memiliki kartu anggota perpustakaan, Anda bisa menuju lantai dua terlebih dahulu. Puluhan komputer layar datar siap Anda gunakan untuk mengisi biodata yang diperlukan untuk mendaftar sebagai anggota perpsutakaan. Setelah itu, nomor antre Anda akan dipanggil oleh petugas di bagian layanan keanggotaan, ini diperuntukkan siapapun termasuk anak-anak, orang lanjut usia hingga penyandang disabilitas. Khusus untuk golongan ini, Perpustakaan Nasional menyediakan satu lantai khusus untuk melayani kebutuhan mereka akan buku bacaan yang sesuai.

Lantai perpustakaan pun didesain khusus agar mempermudah anggota perpustakaan yang tuna netra untuk berjalan. Deretan buku Braile baik dari dalam maupun luar negeri terjajar di lantai tujuh. Ada pula besi penyangga untuk mempermudah tuna daksa saat memilih buku di rak.

Ruang khusus anak pun tak kalah menarik. Tema ruangan disesuaikan dengan kegemaran anak seperti hadirnya ornamen kartun di dinding dan ragam mainan tradisional yang bisa dimainkan anak. Para orangtua yang menjaga buah hati mereka pun dibuat nyaman dengan banyaknya sofa dan area untuk mengawasi putra-putrinya.

Selain membaca buku, pengunjung juga bisa menikmati beragam musik dan film di lantai delapan. Anda bisa menikmati kaset maupun CD yang telah langka ditemui hingga deretan film populer dari dalam dan luar negeri di bioskop mini.

Di lantai 24 yang merupakan puncak dari gedung ini, diperuntukkan sebagai ruangan eksekutif dan koleksi budaya nasional. Di lantai paling atas ini pula pengunjung bisa menikmati pemandangan Monas dan deretan gedung pencakar langit Ibukota.

(Kaka)
Sumber: suara.com

Bagikan: