Meneladani Sifat Pemberani Rasulullah

Beritainspiratif.com –
Banyak sifat Rasulullah SAW yang bisa kita teladani untuk kehidupan sehari-hari, salah satunya sifat pemberani Rasulullah dalam dakwahnya menyampaikan syariat Islam.

Mengutip situs pondokislam.com, ada salah satu kisah yang menceritakan seorang penyembah berhala yang sangat ditakuti pada masa itu termasuk para sahabat Rasulullah SAW.

Setelah peristiwa Hijrah, terdapat seseorang dari Bani Hasyim yang bernama Rukanah. Ia adalah seorang penggembala kambing Lembah Idham dan seorang musyrik. Rukanah adalah seorang yang berbadan besar, sangat kuat dan bengis. Ia sangat ditakuti oleh banyak orang. Tak seorang pun pernah mengalahkannya dalam hal bergulat, karena badannya yang besar dan kuat.

Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW, memutuskan untuk pergi ke Lembah Idham. Disana beliau berjumpa dengan Rukanah. Melihat kedatangan Nabi, Rukanah langsung bangkit dan menghampiri beliau dan berkata, ” Wahai Muhammad, engkaulah yang telah menghina tuhan-tuhan Kami, Latta dan Uzza. Engkau bilang Tuhanmu Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Sekarang memohonlah kepada Tuhanmu yang Maha Perkasa untuk menyelamatkanmu dariku. Aku tantang kau untuk beradu gulat denganku ! Jika kau sanggup mengalahkanku, akan kuberi kau sepuluh ekor kambingku !”

Nabi Muhammad SAW, tidak gentar dengan tantangan Rukanah. Dengan cepat ia menjawab tantangan itu. “Baiklah jika itu kehendakmu !”.

Sebelum pergulatan dimulai, Nabi Muhammad SAW, berdoa kepada Allah SWT yang Maha Perkasa dan Maha Melindungi. Beliau memohon perlindungan Allah SWT, untuk bisa mengalahkan Rukanah. Demikian pula Rukanah, ia berdoa kepada Latta dan Uzza.

Lalu pertandingan pun dimulai. Nabi Muhammad SAW, menarik kaki Rukanah dan membuatnya terjatuh. Hanya dalam tempo sekejap saja Nabi Muhammad SAW berhasil mengalahkan Rukanah. Rukanah terkejut dengan apa yang baru saja dialaminya. Ia tidak percaya ada orang yang bisa mengalahkannya. Selama ini, tak ada satu orangpun manusia yang mampu mengalahkannya.

Karena merasa tidak puas, Rukanah meminta Nabi Muhammad SAW untuk bergulat lagi dengannya. Ia berseru, “Mari kita ulangi lagi dan kita lihat siapa juaranya !”

Nabi pun menerima tantangan kedua itu dengan berani dan mereka bergulat lagi. Dalam pergulatan yang kedua ini, kemenangan kembali berhasil diraih Nabi Muhammad SAW, yang bergulat dengan lindungan Allah SWT. Nabi menjatuhkan Rukanah ke atas tanah dan menduduki dadanya.

Setelah pertandingan selesai, Nabi Muhammad SAW mengajak Rukanah untuk memeluk Islam. Namun Rukanah menolaknya. Dengan perasaan kecewa, Nabi Muhammad SAW, kembali ke Madinah.

Sesampainya di Madinah, para sahabat Nabi telah menantinya dengan perasaan cemas. Mereka takut hal yang buruk menimpa sang Nabi, karena Lembah Idham adalah tempat yang dihindari orang. Melihat Nabi Muhammad SAW pulang dengan selamat, para sahabat pun merasa lega.

Kemudian Nabi Muhammad menceritakan apa yang telah dialaminya dengan Rukanah. Setelah itu beliau berkata kepada para sahabatnya sambil tersenyum, “Bukankah Allah SWT, telah berfirman untuk melindungiku.”

Kisah keteladanan ini menunjukkan sebuah akhlak Rasulullah mengenai keberanian yang timbul karena didasari pada sebuah keyakinan dan kepercayaan yang utuh terhadap perlindungan Allah SWT.

(Kaka)

Bagikan: