Masa Muda Ibu Ani Yudhoyono

Cikeas, Beritainspiratif.com – Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni 2019. Kepergiannya meninggalkan luka yang cukup dalam bagi keluarga terutama sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono yang selalu menemani ibu Ani selama masa pengobatan di Singapura.

Ibu Ani Yudhoyono wafat pada tanggal 1 Juni 2019 setelah menjalani perawatan intensif di National University Hospital, Singapura. Meninggal di usia 67 tahun, Ibu Ani Yudhoyono harus kalah melawan penyakit kanker darah yang sudah menyerangnya sejak bulan Ferbuari lalu.

Semasa Hidupnya, Ibu Ani Yudhoyono memang dikenal sebagai wanita yang tangguh. Tak hanya tangguh, ia juga memiliki kepribadian yang ramah dan hangat.

Namun, siapa sangka istri dari Presiden RI ke enam ini memiliki kisah hidup yang cukup berliku. Lahir dari keluarga militer yang membuatnya menjadi wanita tangguh dan tegas, hingga akhirnya menjadi Ibu Negara.

Berikut ini kisah hidup Ani Yudhoyono yang diceritakan dalam sebuah biografi dengan judul Kepak Sayap Putri Prajurit yang dilansir Kapanlagi.com :

1.Lahir Dari Keluarga Militer

Sosok Ani Yudhoyono selain dikenal hangat, ia juga adalah wanita yang tangguh. terlahir dari keluarga tentara menjadikannya wanita yang tegas dan kuat.

Dalam biografinya disebutkan bahwa, Ani muda selalu mengaggap hidup sebagai keluarga tentara yang keras sebagai sebuah tantangan. Sebagai orang yang lahir dari dunia militer, Ani sangat mengerti bagaimana mengapresiasi hidup.

2.Lahir Prematur

Lahir pada 6 Juli 1952, Ani Yudhoyono adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan putri Letnan (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan Sunarti Sri Hidayah. Lahir dengan berat badan dua kilogram lebih saat usia kandungan masih tujuh bulan.

Berkat kesabaran dan ketelitian dari kedua orangtua, Ani Yudhoyono tumbuh menjadi wanita yang hebat. Dan tidak ada tanda-tanda bahwa ia lahir prematur.

3.Arti Nama

Dalam buku biografi yang berjudul Kepak Sayap Putri Prajurit tersebut, nama Kristiani diambil dari nama pewayangan Kresna. Nama itu diberikan oleh sang ayah karena sangat menyukai tokoh wayang tersebut.

Sedangkan nama Herrawati memiliki arti kekuatan. Kekuatan yang mampu menyapu bersih rintangan saat terjadi kekacauan.

4.Hobi Panjat Pohon

Tumbuh di keluarga militer membuatnya menjadi anak yang sedikit tomboy. Dalam buku biografinya tersebut, masa kecil Ani berjalan dengan menyenangkan.

Di usia lima tahun, Ani suka sekali memanjat pohon cermai dan mangga yang tumbuh di depan rumahnya. Selama memanjat, ia bisa duduk berjam-jam dan baru turun setelah diteriaki oleh sang ibunda.

Tak hanya memanjat pohon, masa kecil Ani juga sering pergi berenang ke sungai, berlari-lari di sawah. Bahkan membuat aneka mainan, seperti mobil-mobilan dari buah.

5.Ke Sekolah Naik Truk

Dalam bukunya juga ia menceritakan tentang kesenangannya berangkat ke sekolah menaiki truk. Bukan truk biasa, tapi seperti truk militer.

Ia mengungkapkan perasaannya ketika menaiki truk yang terlihat gagah tersebut. Betapa senangnya ketika ia naik kendaraan besar tersebut bersama teman-temannya.

6.Tumbuh di Lingkungan Sederhana

Tumbuh di keluarga militer nyatanya tidak membuat hidup Ani serta keluarga berkecukupan. Ani mengungkapkan bahwa dengan gaji ayah yang pas-pasan, sang ibunda sering mengakali sesuatu agar kebutuhan keluarga tercukupi.

Kadang kala mereka sekeluarga makan nasi dicampur jagung atau singkong. Bahkan ia juga menceritakan bagaimana sang ibu membagi satu telur rebus menjadi kecil-kecil agar cukup untuk lauk sekeluarga.

7.Cita-Cita Menjadi Dokter

Bercita-cita sebagai seorang dokter, lulus SMA, Ani Muda langsung mendaftarkan diri di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sayangnya ia harus gagal, karena tidak lulus.

Namun, ia tak pantang menyerah. Ani kembali mencoba keberuntungannya dengan mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI). Namun, sayang pada tahun ketiga Ani harus berhenti kuliah karena sang Ayah ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan dan ia harus pindah sekeluarga.

8.Menikah

Kristiani Herrawati akhirnya bertemu sang pujaan Hati Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 1973 di Komplek Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah. Saat itu Ani menghadiri acara peresmian Balai Taruna. Ayah Ani, Mayjen Sarwo Edhie Wibowo menjabat sebagai Gubernur Akmil saat itu.

Pernikahan mereka saat itu juga unik karena digelar bersamaan dengan pernikahan dua saudara perempuan Ani lainnya, yakni Wrahasti Cendrawasih (Titiek) dan Mastuti Rahayu (Tuti). Pernikahan tersebut digelar 29 sampai 31 Juli 1976 di Ballroom Hotel Indonesia.

Menikah selama 48 tahun, pasangan Ani Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono dikaruniai 2 orang putra, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

[Yanis]

Bagikan: