Malioboro Kawasan Wisata Malam yang Romantis



Yogyakarta, Beritainspiratif.com - Siapa yang tak mengenal Malioboro kawasan yang menjadi daya tarik wisatawan, yang ingin berbelanja barang-barang khas Yogyakarta, kuliner, nongkrong ataupun sekadar berjalan-berjalan.

Jalan Malioboro merupakan kawasan jalan yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta.

Selain menjadi area belanja, Malioboro juga menyimpan tempat-tempat bersejarah, seperti Benteng Vredeburg, Stasiun Tugu, Gedung Agung, Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, serta Pasar Beringharjo.

Sejarah Nama Malioboro
Dalam Bahasa Sansekerta, kata Malioboro bermakna karangan bunga.

Namun beberapa orang berpendapat bahwa kata Malioboro diambil dari nama Duke of Marlborough (1650-1722), seorang jenderal Inggris yang terkenal.

Pendapat ini mengemuka karena Inggris pernah menduduki Jawa pada tahun 1811-1816.

Kekaguman orang-orang saat itu pada sosok Marlborough, diyakini menjadi alasan mengapa jalan penting itu dinamai Malioboro.

Pada awalnya Jalan Malioboro ditata sebagai sumbu imaginer antara Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo) - Kraton Yogya - Gunung Merapi. Malioboro sendiri mulai ramai pada era kolonial 1790 saat pemerintah Belanda membangun benteng Vredeburg pada tahun 1790 di ujung selatan jalan ini.

Selain membangun benteng, Belanda juga membangun Dutch Club tahun 1822, The Dutch Governor’s Residence tahun 1830, Java Bank dan Kantor Pos tak lama setelahnya.

Setelah itu Malioboro berkembang kian pesat karena perdaganagan antara orang belanda dengan pedagang Tiong Hoa. Tahun 1887 Jalan Malioboro dibagi menjadi dua dengan didirikannya tempat pemberhentian kereta api yang kini bernama Stasiun Tugu Yogya.

Jalan Malioboro juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di sisi selatan Jalan Malioboro pernah terjadi pertempuran sengit antara pejuang tanah air melawan pasukan kolonial Belanda yang ingin menduduki Yogya. Pertempuran itu kemudian dikenal dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yakni keberhasilan pasukan merah putih menduduki Yogya selama enam jam dan membuktikan kepada dunia bahwa angkatan perang Indonesia tetap ada.

Malioboro terus berkembang hingga saat ini. Dengan tetap mempertahankan konsep aslinya dahulu, Malioboro jadi pusat kehidupan masyarakat Yogya. Tempat-tempat strategis seperti Kantor Gubernur DIY, Gedung DPRD DIY, Pasar Induk Beringharjo hingga Istana Presiden Gedung Agung juga berada di kawasan ini.

Jalan Malioboro merupakan potret Kota Yogyakarta yang tak pernah tidur, denyut nadinya selalu mendatangkan wisatawan mulai dari pagi, hingga pagi lagi. Saking ramainya banyak tempat wisata yang buka selama 24 jam. Setiap sudut di pusat Kota Pelajar ini memang sangatlah indah, mulai dari bangunan khas Jawa, hingga gedung peninggalan Belanda. Belum lagi lampu-lampu jalan yang berwarna kuning semakin menambah kesan romantis wisata malam Malioboro.

Pada kesempatan liburan Sabtu, (4/5/2019) penulis berwisata ke Jogja menikmati wisata malam di Malioboro dengan mengunjungi tempat tempat ini.

Jalan Malioboro
Malioboro adalah tempat wisata malam Jogjakarta yang paling bisa membuat trip anda semakin romantis. Tak mungkin rasanya jika anda ingin melewatkan lokasi legendaris ini dari daftar wisata malam romantis dengan pasangan. Meskipun hanya berjalan kaki di sepanjang Malioboro, perjalanan anda pasti akan terasa romantis dan spesial ketika berada di sana. Sambil berjalan-jalan, anda juga bisa membeli atau sekedar melihat pernak-pernik di sepanjang Jalan Malioboro. Jika beruntung, anda juga bisa menikmati penampilan para musisi jalanan yang sedang beraksi.

Titik Nol Kilometer
Menjadi muara Jalan Malioboro, suasana di Titik Nol Kilometer tentu tidak kalah romantisnya. Di persimpangan ruas jalan yang menghubungkan Malioboro dengan Alun-alun Utara tersebut, anda dapat menemui bangunan tua peninggalan zaman Belanda yang akan tampak sangat megah dan indah diterangi lampu temaram malam hari.

Selain itu, pada malam hari banyak sekali anak-anak muda, komunitas, dan pegerak seni yang berkumpul di Titik Nol Kilometer. Untuk foto-foto seru, anda juga bisa berfoto dengan beberapa orang dengan kostum yang unik di lokasi ini.

Alun-alun Kidul (Alkid)
Keunikan lainnya berwisata di Jogja adalah, anda bisa bermain-main di halaman istana kerajaan! Ya, warag umum bebas menikmati suasana wisata malam di Jogja di daerah Alun-alun Lor (Utara), maupun Alun-alun Kidul (Selatan). Kedua lokasi ini juga menjadi favorit untuk dikunjungi mulai dari sore menjelang senja hingga larut malam.

Di Alkid, anda bisa menyewa mobil dengan lampu warna-warni dilengkapi dengan meriahnya alunan musik, bersama pasangan ataupun teman-teman untuk mengelilingi lapangan luas alun-alun tersebut. Sementara di Alun-alun Utara, mungkin suasananya tidak seramai Alkid, tetapi di sini anda bisa menikmati keindahan keraton pada malam hari dari setiap sudutnya sambil menikmati wedang ronde, jagung bakar, hingga bakmi jawa yang lezat.

Angkringan Kopi Jos Stasiun Tugu
Berwisata malam di Kota Jogjakarta sekitar Malioboro anda wajib menyicipi kelezatan dan kenikmatan Angkringan kopi Jos yang ada di sekitar Jalan Malioboro.

Meskipun berada di pinggir jalan, justru hal itulah yang membuat wisata malam anda lebih romantis. Jika penasaran tentang apa sih sebenarnya dan spesialnya kopi jos itu, anda bisa mengintip bagaimana nikmatnya hidangan kopi jos ditemani jadah bakar di Angkringan Lik Man.

Tempat-tempat wisata malam Malioboro yang romantis itulah yang harus anda kunjungi. Dan akan lebih menyenangkan jika anda memilih penginapan di hotel yang dekat Malioboro agar bisa puas menikmati romantisme wisata Jogja.

Berbagai sumber

[Yanis]

Berita Terkait