Lebaran 2019, Sekitar 3,7 Juta Pemudik dari Jabodetabek Akan Masuk ke Jawa Barat

Bandung, Beritainspiratif.com – Sekitar 14,9 juta pemudik dari Jabodetabek akan keluar menuju berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebagian besar atau sekitar 89% pemudik ke arah timur, sisanya 4% ke arah selatan dan 6% ke arah barat (Banten & Sukabumi Selatan).

Hal itu berdasarkan hasil survey Badan Litbang Kementerian Perhubungan, terhadap tiga bangkitan mudik yaitu Jakarta Bogor Depok Tanggerang Bekasi (Jabodetabek), Banten dan Bandung Raya.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Heri Antasari, dari sekitar 14,9 juta pemudik dari Jabodetabek tersebut, 3,7 juta pemudik masuk ke Jawa Barat satu juta diantaranya masuk melalui jalan tol.

“Jalur mudik favorit adalah pantura, baru jalur tengah yaitu jalur Bandung, Nagreg, Malangbong,” kata Heri pada acara Japri dengan topik Persiapan Angkutan Lebaran 2019, di Gedung Sate kota Bandung Selasa (21/5/2019).

Menurut Heri untuk melayani pemudik dari Jawa Barat dengan angkutan umum, disiapkan 4.400 unit armada bus di terminal utama se Jawa Barat, 164 rangkaian KA, 53 penerbangan serta angkutan sungai dan penyeberangan (ASDP).

“Sedangkan untuk mudik bareng gratis, kami siapkan 108 unit bis dari Pemprov Jabar, Jasa Raharja dan Telkom serta satu rangkaian KA tujuan Solo, Yogya dan Surabaya. Pemberangkatan bis dari kota Bandung, Bogor dan kota Sukabumi,” paparnya.

Dijelaskan Heri, lebaran tahun ini fokus pada keselamatan. Untuk itu, pihaknya telah mengumpulkan dan memberikan arahan kepada seluruh penguji dari dishub kabupaten kota se Jawa Barat, agar tidak meloloskan kendaraan umum yang tidak laik uji. Hal itu juga sesuai dengan arahan Dirlantas Polda Jabar.

“Bila terjadi kecelakaan pada angkutan umum, penguji akan diminta jadi saksi. Dan bila ada kelalaian dalam uji kendaraan, penguji yang akan menerima sangsi hukum,” tegas Heri.

Terkait kondisi jalan yang akan digunakan untuk mudik lebaran, Kepala Bidang Pemeliharaan dan pembangunan jalan Dinas Binamarga dan Penataan Ruang Prov. Jawa Barat Agus Hendarto mengatakan, secara umum layak dilalui kendaraan.

“Hanya kalau musim hujan datang, kita harus stand by terutama di jalur-jalur vertikal karena kondisi jalannya labil. Ketika terkena hujan cepat memuai, sehingga fondasi jalan lemah dan dapat menyebabkan adanya lubang,” ujarnya.

Agus menerangkan dari sekitar 2.360 km jalan provinsi, 91% dalam kondisi mantap, sisanya ada jalan yang bergelombang karena usia konstruksinya sudah terlampaui.

“Yang perlu mendapat perhatian pengemudi, ada beberapa titik longsor, banjir dan patahan. Pada ruas jalan Cigaramas arah Sumedang ada titik longsor, jalur Cipunagara- Sindangbarang-Ciamis-Cikijing-Kuningan-Puncak sering terjadi patahan,” terang dia.

Untuk mengantisipasi hal itu lanjut Agus, Dinas Binamarga menyiapkan 41 posko pengamanan di ruas jalan provinsi dan nasional. Disamping itu, menyiagakan128 alat berat di 26 titik, untuk menarik kendaraan mogok atau melakukan evakuasi saat terjadi bencana alam dan musibah lain.

“Petugas kami akan siaga di posko-posko lebaran, mulai H-1O sampai H+10 lebaran,” katanya.

Asisten dua Setda Jawa Barat Eddy M. Nasution menghimbau para pemudik mengutamakan keselamatan, terutama yang mudik dengan menggunakan sepeda motor.

Pemerintah tidak menganjurkan mudik dengan angkutan sepeda motor, namun bila tetap dilakukan gunakan helm ber SNI, siapkan fisik dan kapasitas penumpang dua orang.

Diperkirakan lebaran tahun ini, ada 900 ribu lebih pemudik yang mudik dengan kendaraan roda dua.

“Keselamatan harus kita jaga sebaik-baiknya agar dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Tradisi lebaran dan ikatan sosial ini hanya ada di Indonesia. Ini kelebihan kita,” pungkas Edi. [Ida]

Bagikan: