Kongres FH BUMN 2019 : Strategi Millenial BUMN untuk Siap Jadi Future Leaders BUMN

Bandung, Beritainspiratif.com – Kongres Forum Humas BUMN 2019 yang diselenggarakan di Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung mengusung tema ‘Strategi Millenial BUMN untuk Siap Jadi Future Leaders BUMN’.

Pada sesi ke-4, Rabu, (13/3/2019) para pembicara yang dihadirkan adalah Yose Rizal (Founder Mediawave & Telkomsel Comissioner), Alfa Haga Rachmady (Corporate Secretary PT. Hutama Karya Infrastruktur) dan Devy Suradji, Direktur Marketing Angkasa Pura I.

Yose Rizal, Founding Media Wave & Telkomsel Commissioner menyampaikan tentang pentingnya menggaet generasi Millenials. Millenials sangat bersemangat mempelajari hal-hal baru,dan ingin selalu mendaptkan akses untuk belajar.

“Milenial mencari keseimbangan hidup yang baik. Jam kerja yang fleksibel adalah penawaran menarik dari perusahaan untuk mereka. Tapi yang paling penting untuk Millenials adalah progres karier sehingga penghasilan akan datang berikutnya,” imbuh Yose.

Teknologi menjadi alat untuk generasi Millenials dalam bekerja. Kepiawaian mereka menggunakan teknologi menjadi keuntungan besar bagi perusahaan. Mereka ingin hasil karya mereka diakui, dan selalu ingin bertukar pikiran untuk mendapatkan masukan baru. “Work ambience para Milenials adalah bekerja dalam sebuah tim yang friendly,” tegas Yose.

Alfa Haga Rachmady, Corporate Secretary PT Hutama Karya Infrastruktur menjelaskan, “Generasi Millenials saat ini menempati posisi yang vital dan strategis, mengingat mereka adalah pewaris tampuk keberlangsungan BUMN. Kesuksesan BUMN ditentukan oleh bagaimana millenials dapat meneruskan dan menyempurnakan visi generasi sebelumnya. Hal tersebut menjadikan diperlukannya pembacaan yang lebih serius untuk melihat tidak hanya karakter, namun juga persepsi Millenials pada budaya organisasi dan komunikasi untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas kerja di masa depan.”

Studi ini secara spesifik bertujuan untuk mendeskripsikan dan menguji bagaimana keterlibatan generasi millenials di dalam lingkungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan persepsi mereka terhadap komunikasi internal di perusahaan. Diharapkan dengan mengetahui kedua hal yang vital tersebut, BUMN dapat menyiapkan strategi jangka panjang untuk memperkuat budaya organisasi dan meminimalisir kesenjangan (gap) generasi yang ada.

Beberapa hal yang ditemukan dalam studi adalah bahwa arus informasi yang digabung dengan atmosfer sosial mempengaruhi sikap millennials BUMN terhadap komunikasi internal yang diselenggarakan oleh BUMN. Kemudian sikap tersebut mempengaruhi job engagement yang pada gilirannya akan memprediksi job security dan organizational commitment. Motivasi kaum millennials memilih bekerja di BUMN didominasi oleh–selain adanya keyakinan bahwa mereka juga akan terjamin secara finansial–bahwa mereka dapat berkontribusi langsung pada kemajuan bangsa dan negara.

Devy Suradji, Direktur Marketing Angkasa Pura I menerangkan bahwa visi Angkasa Pura I dalam 5 tahun ke depan adalah “Connecting the world beyond Airport Operator through Indonesia Experience”. Artinya, Angkasa Pura I tak hanya membangun infrastruktur bandara, tapi juga melayani penumpang, airlines, tenant/retailer, cargo dan public (non travellers).

Untuk dapat menjalankan visi di atas, Angkasa Pura I menggaet generasi millenial untuk menjalankan tugas tersebut. Mengapa millenials? Karena mereka knowledgeable, inovatif, professional speaker, relationship builder, berjiwa pemimpin, team player, kredibel dan sangat mengerti teknologi.

Selain itu millenials memiliki creative workforce, sebuah sikap kuat di tempat kerja yang ditunjukkan lewat beberapa tindakan, yaitu berkata iya untuk sebuah kesempatan yang relevan, bertanya paling tidak 1 hal dalam sebuah meeting, menjadikan network sebagai hal penting dalam tim, mau menunjukkan kemampuan kepada influencer dan siap berbicara di public events.

(Yanis)

Bagikan: