Kiat-Kiat Cepat Dapat Kerja ala “Bu Cinta”

Bandung, Beritainspiratif.com – Tingginya angka pengangguran di Indonesia masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan semua pihak, dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia, per 2013 ada sekitar 7,3 juta diantaranya masih menganggur.

Demikian diungkapkan Ketua Dekranasda Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, saat mengisi seminar nasional bertajuk “Challenges & Opportunities For The Profesional Bussines Administravie Staff (facing the 4th Industrial revolution)” di Gedung Olah Raga Yayasan Taruna Bakti, Jalan Surapati, Kota Bandung, Sabtu (27/10/2018).

Dalam seminar tersebut Bu Cinta, sapaan akrabnya, menyampaikan jumlah pengangguran di Indonesia mesti terus ditekan agar perekonomian di Indonesia bisa meningkat.

Masih rendahnya tingkat pendidikan mayoritas masyarakat Indonesia menjadi salah satu sebab tingginya pengangguran.

“Kita sama sama berupaya menekan angka pengangguran, karena kita butuh kemandirian ekonomi,” ungkapnya

 

Pengangguran, dikatakannya terjadi lantaran ada jarak yang cukup tinggi antara lapangan kerja dan jumlah masyarakat usia kerja.

“Ketimpangan antara kesempatan kerja dan jumlah angkatan kerja yang cukup tinggi menjadi salah satu sebab banyaknya pengangguran. Dari sekitar 256 juta penduduk Indonesia kesempatan kerja yang ada belum mencukupi, sebab lainnya adalah karena taraf pendidikan kita masih rendah” jelasnya.

Meski begitu, berdasarkan data yang dihimpunnya ditingkat pendidikan tinggi angka pengangguran juga masih terbilang besar, per tahun 2016 ada sekitar 695.304 sarjana yang masih mengangur.

Mengatasi hal tersebut, pihaknya menyampaikan kiat-kiat agar para pemuda, sarjana, dan angkatan kerja lainya diharapkan bisa lebih kreatif terutama di era revolusi industri 4.0 dimana teknologi semakin menunjang pekerjaan.

“Di era teknologi saat ini sebetulnya jenis pekerjaan sangat beragam di bagian fashion misalnya pekerjaan yang ditawarkan sangat beragam mulai dari desainer, penjual, perajut dan lain sebagainya tinggal sejauh mana kreativitas kita memanfaatkan potensi tersebut,” jelasnya.

Pihaknya mengatakn, yang tak kalah penting dfalah tujuan yang harus dimiliki setiap angkatan kerja agar tidak terhambat masuk dalan duni kerja.

“Para pemuda, mahasiawa harus punya tujuan hidup, tanpa tujuan yang jelas, itu seperti berkendara tanpa tujuan dan arah,” jelasnya.       (Tito)

Bagikan: