Keterwakilan Perempuan di DPRD Jabar Masih Rendah

Bandung, Beritainspiratif.com – Keterwakilan perempuan sebanyak-banyaknya di parlemen sangat diperlukan, karena banyak kasus perempuan yang tidak disuarakan oleh perempuan itu sendiri.

Undang-Undang nomor 2 tahun 2008 juga mengamanatkan kepada partai politik, untuk menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30 persen.

Namun hingga kini keterwakilan perempuan baik di DPRD Kabupaten/ kota maupun provinsi Jawa Barat masih rendah.

Anggota DPRD provinsi Jawa Barat Hj. Sri Rahayu Agustina mengatakan,
dalam implementasinya quota 30 persen perempuan, hanya untuk memenuhi quota pada Pemilu Legislatif (Pileg).

“Kalau Undang-Undang nya memang 30 persen keterwakilan perempuan, tapi implementasi dilapangan, itu hanya untuk memenuhi quota ketika Pileg,” kata Sri kepada Beritainspiratif.com di ruang kerjanya, Senin (17/3/2020).

Menurut Sri, semua parpol memang mencantumkan 30 persen keterwakilan perempuan, tetapi tidak semua dari mereka berkeinginan maju, hanya sekedar meramaikan bursa di pileg.

Karena itu Parpol harus memberikan pelatihan kepada para kader khususnya perempuan, bahwa ketika masuk ke dunia perhelatan ini dia harus siap untuk maju, siap untuk perang dan siap untuk menang,” ujarnya.

Politisi dari fraksi partai Golkar ini menuturkan, fenomena sekarang perempuan kurang tertarik pada politik, tapi lebih suka ke akademi atau bekerja di perusahaan. Padahal dia berpotensi tapi tidak mau terjun ke dunia politik.

Karena itu ia berharap parpol menggerakkan kader-kader perempuannya untuk maju pada perhelatan 2024 mendatang.

“Kita perlu politisi yang lantang memperjuangkan kaum perempuan di parlemen. Kita tidak boleh dzolim dengan tokoh perempuan, tidak boleh sirik dengan kepemimpinan perempuan tapi kita harus bangga dengan perempuan yang bisa menyuarakan prempuan itu sendiri,” tandasnya.

Politisi muda yang duduk di komisi V ini menambahkan, dari 120 anggota DPRD provinsi Jawa Barat periode 2019-2024, anggota dewan perempuan hanya 23 orang.

“Artinya keterwakilan perempuan di DPRD provinsi Jawa Barat, hanya 19 persen,” pungkasnya.

(Ida)

Bagikan: