Kereen, Supendi Bicara Energi Wakili Kabupaten/Kota di Indonesia

Indramayu, Beritainspiratif.com – Keren itulah yang pantas diberikan kepada Bupati Indramayu H. Supendi. Betapa tidak, beliau mewakili pemerintah kabupaten/kota yang ada di Indonesia untuk berbicara dan menyampaikan pendapat tentang masalah energi.

Supendi memberikan sambutan serta testimoni dihadapan 104 bupati/walikota dan jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) pada saat penyerahan hibah barang milik negara kepada pemerintah daerah, Kamis malam (25/4/2019) di Hotel Mulia Purisani Jogjakarta.

Menurut Supendi, Kabupaten Indramayu memiliki peran penting dan strategis dalam ketahanan energi nasional di Indonesia. Pasalnya, banyak fasilitas yang dikelola oleh perusahaan dalam mengelola energi (BBM) baik eksplorasi, pengolahan, dan pemasaran. Hal ini bisa dilihat dari keberadaan Pertamina RU VI Balongan, Pertamina EP, dan UPMS.

Eksistensi Indramayu dalam menyuplai energi (listrik) juga bisa dirasakan oleh masyarakat Jawa dan Bali dengan kehadiran PLTU I Sumuradem dan kini tengah dikembangkan PLTU II.

Sebagai daerah dengan kekuatan energi tersebut, tentu saja seluruh wilayah Kabupaten Indramayu telah teraliri listrik dan juga stok BBM dan produk lainnya bisa tersedia secara cepat. Namun demikian fakta di lapangan masih ditemukan beberapa masalah yang mempengaruhi kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Indramayu.

“Masalah yang muncul ini, kami percaya pemerintah dapat meyelesaikannya karena masalah energi ini sangat vital, “tegas Supendi.

Selain energi BBM dan listrik, Kabupaten Indramayu juga memiliki energi air yang masih terbatas karena masih mengandalkan air permukaan yang berasal dari aliran sungai baik untuk kebutuhan air bersih, pertanian, industri, dan lainnya.

Karena keterbatasan energi air ini, seringkali Kabupaten Indramayu mengalami kendala baik saat musim penghujan maupun musim kemarau. Salah satunya adalah berebut air antara kebutuhan petani dengan kebutuhan air bersih.

Supendi menambahkan, karena keterbatasan sumber daya air maka masyarakat yang bisa menikmati air bersih baru 59,16 % yang terdiri dari 25,36% terlayani melalui Jaringan Perpipaan (PDAM) dan 33,80% terlayani melalui Bukan Jaringan Perpipaan (Sumur Bor Air Tanah Dalam, Sumur Dangkal, Mata air).

Untuk itu kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah dan pemerintah daerah harus terus dilakukan salah satunya dengan pembangunan sumur bor yang tersebar di 5 wilayah di Kabupaten Indramayu.

Kehadiran sumur bor sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indramayu karena mereka mendapatkan suplai air bersih meskipun tidak bisa terjangkau pipa PDAM. Karena manfaat yang dirasakan sangat besar, maka Pemkab Indramayu mengharapkan kepada KemenESDM agar tahun 2019 ini bisa kembali membangun sumur bor di daerah yang masih belum tersentuh pelayanan PDAM.

“Kami berharap tahun ini kementerian bisa kembali membangun 10 sumur bor di Indramayu karena manfaatnya sangat dirasakan langsung, ” tegas Supendi.

Selain sumur bor, yang juga harus mendapatkan perhatian serius adalah penerangan jalan umum (PJU) yang berada di sepanjang jalur pantai utara (pantura) Indramayu masih banyak yang belum tersentuh dan kalaupun terpasang banyak yang dalam keadaan rusak.

Diakhir sambutannya, Supendi berharap, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Kabupaten Indramayu akan terus berkontribusi bagi energi nasional dan kemaslahatan masyarakatnya.

[Yones]

Bagikan: