Kepala OJK Jabar : Tingkat Inklusi dan Literasi Keuangan di Jabar Diatas Target

Bandung, Beritainspiratif.com – Tingkat inklusi  dan literasi keuangan di Jawa Barat pada tahun 2019 melampaui target yang ditetapkan.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan  OJK pada akhir tahun 2019 ini, tingkat inklusi keuangan mencapai 88,48%, diatas target yang ditetapkan sebesar 75% sedangkan literasi keuangan mencapai 37,34% diatas target sebesar 35%. 

Hal itu diungkapkan Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Triana Gunawan selaku Pengarah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Barat, pada Rapat Pleno TPAKD Provinsi Jawa Barat Semester II Tahun 2019 di Gedung Sate kota Bandung, Jum’at (13/12/2019).

Menurut Triana peran TPAKD sangat besar dalam mendukung pencapaian tingkat inklusi keuangan. 

“Dengan pemahaman masyarakat yang cukup, masyarakat akan lebih mengetahui produk keuangan yang sesuai dengan profil dan kebutuhannya,” katanya.

“Selain itu masyarakat juga dapat terhindar dari risiko kerugian akibat  terjerumus investasi ilegal, maupun risiko akibat penggunaan teknologi,” ujarnya.

Triana memaparkan, sepanjang tahun 2019, TPAKD Provinsi Jawa Barat menjalankan 5 (lima) program kerja dengan mengusung tema “Meningkatkan Inklusi Keuangan menuju Desa Juara”.

Program kerja yang telah diimplementasikan yakni Optimalisasi Laku Pandai guna melayani masyarakat mengakses KUR dan produk keuangan lainnya serta melakukan business matching antara pelaku UMKM dan pengusaha. 

Melalui sinergi dengan berbagai pihak, menurutnya program peningkatan akses keuangan di Jawa Barat telah dapat dirasakan oleh masyarakat dan pelaku UMKM.

Hal itu tercermin dari realisasi kredit UMKM sampai ahir Oktober 2019,  telah mencapai 26,8% dari total kredit perbankan dengan outstanding sebesar Rp127,4 triliun. Sedangkan KUR yang disalurkan mencapai Rp15,89 triliun atau mencapai 12,48%,  dari total KUR secara nasional sebesar Rp127,3 triliun.

Menyinggung upaya percepatan akses keuangan di daerah, dikatakan Triana,  dilakukan melalui peningkatan peran TPAKD dengan mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah untuk bersama-sama membangun business matching, antara masyarakat yang membutuhkan akses keuangan dengan berbagai sumber pendanaan, baik dari industri keuangan maupun investor.

“Dengan berkembangnya teknologi, upaya perluasan akses keuangan di daerah ke depannya harus didukung dengan teknologi, baik dalam pengumpulan database UMKM maupun penyedian delivery channel yang murah dan luas jangkauannya,” ucap dia.

Ia menambahkan,  tema program TPAKD tahun 2020 adalah“Meningkatkan Pemberdayaan UMKM di Daerah Melalui Penguatan Peran Sektor Jasa Keuangan”, dengan kegiatan utama Business Matching TPAKD dan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir. 

(Ida)

Bagikan: