Jika WFH dan Lockdown Diberlakukan 5 Profesi yang Terdampak Ini Perlu Solusi



Jakarta, Beritainspiratif.com - Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk belajar dan bekerja dari rumah, yang populer dengan istilah ‘work from home’ (WFH), selama pandemik virus corona yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Beberapa perusahaan sudah menerapkan kebijakan WFH, terlihat dari pergeseran lalu lintas data internet ke wilayah perumahan selama jam kerja. Situasi bekerja di rumah tentu akan berbeda dengan saat berada di kantor.

Selain WFH sejumlah negara pun telah menerapkan lockdown karena wabah virus corona (COVID-19) sejatinya bisa menjadi pertimbangan terkait dampak yang ditimbulkan.

Namun demikian kebijakan ini tidak semua profesi dapat diterapkan. Jika  WFH dan lockdown ini diterapkan, maka ia akan terkena dampaknya.

Dikutip dari suara.com, Berikut enam profesi yang mesti diwaspadai dan akan terdampak jika harus Bekerja dari Rumah atau Work from Home, bahkan jika sampai diterapkan lockdown.

1. Nelayan

Nelayan tak bisa bekerja dari rumah mengingat tempat mereka mencari nafkah adalah lautan luas dan pasar ikan.

Bukan hanya nelayan kecil yang tak bisa memancing dan mencari ikan, namun nelayan-nelayan yang sudah bergabung dalam perusahaan juga tak bisa mendapat penghasilan.

2. Sopir angkutan dan tukang ojek

Para tukang ojek, baik online maupun pangkalan, akan kehilangan pelanggan mereka. Tidak ada orang yang akan meminta untuk diantar ke suatu tempat karena aturan larangan bepergian. Jika tak ada orang, maka tak ada pula uang yang masuk ke kantong mereka.

Nasib sopir angkutan hampir mirip dengan nasib para tukang ojek. Mereka akan kehilangan penumpang.

Kondisi ini berlaku untuk sopir taksi, bus, mikrolet, atau pun angkot. Jangankan untuk memberi setoran kepada pemilik armada, mendapat penumpang pun akan kesulitan karena orang-orang dilarang keluar rumah.

3. Pedagang 

Pedagang menggantungkan pendapatan dari hasil jualan mereka sehari-hari. Pedagang di pasar, tukang sayur, pedagang kaki lima, bahkan pedagang dengan toko yang lebih besar pun akan terkena imbas lockdown.

Kalaupun mereka boleh keluar rumah untuk berjualan, mereka tetap tak akan bertemu pembeli. Lalu apa artinya penjual ketika tak ada pembeli.

4. Buruh Harian

Buruh harian yang akan terdampak lockdown adalah para kuli panggul, kuli bangunan, bahkan pekerja harian di pabrik atau perusahaan. Upah yang biasa mereka dapatkan setiap harinya setelah bekerja akan lenyap.

Kuli panggul akan menemui pasar yang sepi, kuli bangunan tak boleh bekerja karena larangan keluar dan berkerumun, dan buruh pabrik tak akan mendapat upah karena karyawan diminta work from home.

5. Pilot dan Pramugari

Pekerjaan pilot dan pramugari bergantung pada jadwal dalam maskapai penerbangan. Ketika semua orang diimbau untuk Work From Home, maka akan berpengaruh pada tingkat mobilitas, termasuk menggunakan angkutan udara.

Tidak ada opsi bekerja dari rumah untuk para pilot dan pramugari. Hanya cuti dan libur yang bisa dikeluarkan perusahaan maskapai.

Dokter dan perawat

Jika kebijakan Work From Home adalah dalam rangka untuk menekan angka penyebaran corona, maka kebijakan ini tak akan berlaku untuk dokter, perawat dan petugas medis lainnya.

Sebaliknya, dokter dan perawat akan menjadi petugas garis depan untuk bekerja keras menumpas corona.

Tentu pekerjaan ini tidak bisa dilakukan di rumah. Para dokter akan sibuk menangani pasien di rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya.

Di Jakarta yang telah menerapkan Work From Home untuk seluruh pekerja, mengaku mengerahkan banyak petugas medis untuk bekerja di rumah sakit seluruh ibukota.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengaku telah mengerahkan sebanyak 3.350 dokter dan 7.700 perawat (*)

Berita Terkait