Jangan Heran Jika di WhatsApp Ada Iklannya

Beritainspiratif.com – WhatsApp akhirnya memutuskan untuk mengembangkan lini bisnisnya dengan membuat fitur monetisasi bernama WhatsApp Business. Sebelumnya pada 2017, WhatsApp telah menguji coba layanan tersebut. Dengan WhatsApp Business, perusahaan dapat mengirim pesan pada pengguna mengenai informasi pengiriman barang dan layanan konsumen.

Melalui fitur baru ini, perusahaan-perusahaan bisa mengirimkan notifikasi yang dapat dikustomisasi kepada para pelanggan. Fitur tersebut juga memungkinkan perusahaan memasang iklan melalui chat.

WhatsApp mengklaim fiturnya ini lebih cepat dan mudah bagi pelanggan. Sebab, pelanggan tidak perlu mengunduh aplikasi baru, mengirimkan email, maupun membuka situs tertentu.

Dengan hal tersebut kini WhatsApp telah menyediakan fitur yang memungkinkan pelanggan mengirimkan pesan kepada perusahaan pemasang iklan. Hal ini tentu saja untuk mendukung upaya monetisasi WhatsApp.

Monetisasi bisnis yang dilakukan WhatsApp tersebut, membuat Aplikasi chatting akan menampilkan iklan di platformnya.

Iklan tersebut akan hadir di fitur WhatsApp Status sama seperti yang ada di Facebook dan Instagram. Jadi iklan tersebut akan terselip di antara status teman-teman kamu di WhatsApp, seperti dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (3/1/2020).

Adanya rencana Facebook menaruh iklan di WhatsApp pertama kali disampaikan dalam Facebook Marketing Summit di Berlin Jerman pada Mei lalu.

Analis media sosial Matt Navarra membocorkan hal ini melalui media sosial twitter miliknya. Dalam cuitannya ia menuliskan WhatsApp Status (Stories) akan kehadiran iklan di 2020.

– Coming Soon to @WhatsApp

– WhatsApp Status (Stories) to get Ads in 2020

– WhatsApp for Businesses to get richer messaging format options

– WhatsApp product catalog to be integrated with existing Facebook Business Manager catalog

Ketika pertama kali diungkap soal rencana ini netizen menanggapi beragam rencana tersebut. Sebagian besar ada yang menyatakan akan berpindah keĀ aplikasi Telegram, yang merupakan aplikasi chatting pesaing dari WhatsApp yang berasal asal Rusia.

Yanis

Bagikan: