ITB Gelar Karya Inovasi 22 – 24 Mei 2018

Bandung, Beritainspiratif.com – Sejumlah mahasiswa teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar pameran karya inovasi.

Beragam alat-alat elektronika yang merupakan hasil inovasi diciptakan sebagai bagian dari tugas akhir.

Tingginya angka kecelakaan mobil di Indonesia menjadi latar belakang alat ini dibuat. Indonesia berada di peringkat kelima negara penyumbang angka kecelakaan tertinggi yakni mencapai 100 ribu kecelakaan setiap tahunnya.

“Kenapa kecelakaan tinggi karena salah satunya kesadaran dan etika pengemudi berkendara masih rendah.

Ditambah penegakan hukum lalu lintas yang masih kurang dikarenakan barang bukti untuk membawa sampai ke pengadilan nggak ada.

Makanya alat ini untuk merekam data-data untuk analisis kecelakaan,” kata Mutia.

Mutia memaparkan alat ‘Car Blackbox’ yang diciptakan timnya berfungsi untuk melaporkan jejak rekam terkait kendaraan sebelum terjadinya kecelakaan.

 

Nantinya lewat data tersebut bisa dianalisis penyebab kecelakaan.

Menurutnya, alat ini bisa merekam data onboard diagnostik, data akselerasi kendaraannya, lokasi mobil.

Kotak hitamnya juga dilengkapi kamera depan dan belakang untuk merekam video.

“Jadi misalnya pada kecelakaan kelihatan pengendara sebelum kecelakaan akselerasi mobilnya tinggi berarti lepas kendali. Bisa juga membaca mesinnya yang tidak sehat.

Sampai ada video yang kelihatan visual siapa nih yang nabrak duluan,” tuturnya dilansir Republika Selasa (22/5/2018).

Secara keseluruhan, ia mengatakan fungsi Car Blakcbox ini sama dengan kotak hitam pada pesawat.

Hanya saja, pada alatnya ini tidak dibuat perekam suara dengan pertimbangan privasi karena mobil lebih sering digunakan untuk sehari-hari.

Selain itu, katanya, alat ini juga memiliki sistem peringatan perilaku buruk berkendara. Ada lampu indikator yang terhubung dengan kotak hitam untuk mendeteksi kondisi kendaraan.

Lampu LED berwarna kuning menunjukkan kecepatan kendaraan yang terlalu tinggi hingga warna merah saat terjadi tabrakan. Sistem ini sengaja dibuat sederhana berbentuk lampu indikator agar tidak terlalu mencolok.

“Kekurangan alat mungkin dari sisi power system sebenarnya sudah cukup baik cuma ingi disempurnakan dengan menambahkan charging biar baterainya aman. Sekarang ini bisa dari aki mobil dan dari baterai. Normal pakai aki mobil, tapi kalau kendaraannya kecelakaan dan aki mobil mati dia bisa langsung ke baterai dengan waktu cuma 30 detik,” ujarnya.

Karya ini dipamerkan selama 22-24 Mei dalam kegiatan bertajuk Electrical Engineering Days 2018. Selain alat ini terdapat 39 karya inovasi mahasiswa Teknik Elektro lainnya. (Kaka)

Bagikan: