Isolasi Diri di Rumah Bagi Pasien Positif Covid-19

Beritainspiratif.com – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto membagikan tips cara mengisolasi diri di rumah jika positif terpapar  Corona atau Covid-19.

Protokol isolasi diri di rumah amat penting dilakukan. Hal ini supaya mereka yang positif tidak menularkannya ke anggota keluarga lain.

“Karena dengan isolasi diri yang baik kita telah memberikan jaminan bahwa tidak akan terjadi penularan yang lebih lanjut di lingkungan keluarga atau masyarakat,” papar Achmad Yurianto melalui konferensi video, Sabtu (28/3/2020).

Tetap Berada di Rumah

Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kaitannya melakukan isolasi diri di rumah. Misalnya, mereka yang positif Corona diharapkan tetap berada di rumah.

“Tidak perlu keluar, menjauhi kerumunan, menghindari pertemuan-pertemuan yang cukup banyak. Ini menjadi salah satu upaya dalam mengisolasi diri,” paparnya.

Jaga Jarak Kontak

Mereka yang mengisolasi diri agar tetap mengenakan masker. Di samping juga agar memperhatikan jarak kontak dengan anggota lain. Menurut Yurianto, jarak kontak yang aman adalah antara satu hingga satu setengah meter.

Gunakan Alat Makan Sendiri

Kemudian aktivitas makan menggunakan alat tersendiri dan tidak makan secara bersama-sama dengan alat yang sama, tempat dan waktu yang sama dengan keluarga lain.

Siapa yang di Isolasi

Kemenkes juga mengeluarkan protokol isolasi diri. Mereka yang diharuskan mengisolasi diri adalah mereka yang:

  1. Sakit, namun tidak memiliki risiko penyakit penyerta lainnya.
  2. Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang memiliki gejala demam/gejala pernapasan dengan riwayat dari negara/area transmisi lokal.
  3. Orang yang tidak menunjukkan gejala tapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

Yang Dilakukan Saat Isolasi  

  1. Tinggal di rumah, jangan pergi bekerja dan ke ruang publik.
  2. Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya.
  3. Jika memungkinkan, upayakan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga lain.
  4. Gunakan selalu masker selama masa isolasi diri.
  5. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas.
  6. Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) dan peralatan mandi (handuk, sikat gigi, gayung), dan sprei.
  7. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, membersihkan tangan secara rutin, mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir, dan lakukan etika batuk/bersin.
  8. Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.
  9. Jaga kebersihan rumah dengan cairan desinfektan. Segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut.

Jangan berbagi barang

Selain itu, diimbau untuk tidak berbagi gelas, garpu, atau peralatan makan lain. Tidak disarankan pula untuk berbagi handuk atau tempat tidur dengan sesama anggota keluarga. Sediakan tempat sampah khusus untuk mereka yang sakit dan cuci tangan setelah membuang sampah-sampah itu.

Jaga aliran udara rumah

Untuk mengurangi risiko transfer virus, sebaiknya menjaga aliran udara rumah dengan jendela atau pintu terbuka atau dengan memasang pendingin udara.

Jaga Kebersihan

Selain itu, dianjurkan cuci tangan dengan sabun maupun hand sanitizer berbasis alkohol, membersihkan benda-benda di rumah seperti kamar mandi gagang pintu, dan sebagainya.

Bersihkan pula perabot lainnya seperti kulkas dan lain-lain dengan cairan disinfektan. Jaga agar semua orang rumah tidak stress, konsumsi makan sehat, olahraga teratur, dan menjaga kualitas tidur. CDC juga mengimbau untuk menjauhkan hewan peliharaan.

Di samping menjaga jarak dengan anggota keluarga yang sehat, Achmad Yurianto pun meminta mereka yang positif dan menjalankan isolasi diri di rumah untuk terus memantau kondisi tubuhnya setiap saat.

“Apabila panas, apabila semakin batuk, apabila disertai dengan sesak nafas maka segera hubungi layanan kesehatan yang terdekat,” imbaunya.

“Siapapun yang memang sudah tidak bisa menjalankan isolasi diri, maka segera melakukan isolasi di rumah sakit” Ujar Achmad Yurianto (*)

Bagikan: