Inilah Bedanya  Karapan Sapi dan Kambing di Probolinggo

Probolinggo, Beritainspiratif.com – Jika kita mengenal karapan sapi tradisi khas masyarakat Madura yang digelar setiap tahun. Tradisi Karapan Sapi ini juga merupakan ajang pesta rakyat dan tradisi prestis, yang bisa ngangkat status sosial seseorang, dan udah jadi tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Konon karapan Sapi dilatar belakangi oleh tanah Madura yang kurang subur buat lahan pertanian. Suatu hari, seorang ulama Sumenep, Syeh Ahmad Baidawi (Pangeran Katandur) ngenalin cara bercocok tanam dengan menggunakan sepasang bambu yang dikenal masyarakat Madura dengan sebutan nanggala atau salaga yang ditarik pakai dua ekor sapi. Jadi awalnya mau manfaatin tenaga sapi sebagai pengolah sawah gitu.

Lain halnya dengan Karapan kambing, kegiatan ini sudah menjadi tradisi turun temurun bagi warga Kota Probolinggo. Tradisi etnis pandalungan ini, setiap perhelatannya cukup memikat animo warga.

Kegiatan karapan kambing di Probolinggo digelar selama dua hari pada hari Sabtu hingga Minggu 26 Agustus 2018 di Lapangan Progo, Jrebeng Kulon, Kedopok, Kota Probolinggo.

Diikuti oleh 192 peserta dalam rangka memperebutkan piala Wali Kota Probolinggo, yang dibagi 2 kelas yakni A (Besar) dengan jumlah 96 peserta dan B (Kecil) dengan 96 peserta. Selain itu para pemenang nantinya juga akan menerima uang pembinaan.

Aturan pertandingannya, mirip dengan kerapan sapi Madura. Yakni 2 pasangan kambing dipacu untuk menjadi yang tercepat. Hanya saja, joki karapan kambing berlari di belakang, tidak menaiki keleles (alat) seperti kerapan sapi.

Karena jarang-jarang ada karapan kambing. Hanya pada masa-masa tertentu ada, seperti Semipro dan agustusan atau lomba desa,” kata Saifullah, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Minggu (26/8).kutip Antara.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Tutang Heru Aribowo, karapan kambing menjadi salah satu potensi pariwisata yang harus terus dikembangkan. Mengingat, hal ini merupakan salah satu budaya lokal yang perlu dilestarikan agar tak tergerus zaman.

Yanis

Bagikan: